Mukarromah, Luk Luatul
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Kegiatan Istighasah dalam Pembentukan Nilai Religius Siswa Kelas XI di SMKN Mukarromah, Luk Luatul; Fitriyawati, Anis; Bashiroh, Aninul
Amaliyatu Tadris (AMYTA) Vol. 2 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/zz14ty38

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kegiatan istighosah dalam membentuk nilai-nilai religius siswa kelas XI di SMKN 1 Dlanggu. Kegiatan istighosah dilaksanakan secara rutin sebelum pelajaran Pendidikan Agama Islam serta pada momen-momen keagamaan tertentu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru Pendidikan Agama Islam dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan istighosah memiliki peran penting dalam menumbuhkan nilai-nilai religius seperti keimanan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat karakter spiritual siswa serta menumbuhkan rasa kebersamaan di lingkungan sekolah. Faktor pendukung meliputi dukungan dari pihak sekolah serta antusiasme guru dan siswa, sedangkan faktor penghambat antara lain keterbatasan waktu dan pemahaman siswa tentang makna istighosah. Dengan demikian, kegiatan istighosah dapat menjadi media yang efektif dalam mengembangkan nilai-nilai religius sekaligus memperkuat karakter spiritual siswa di lingkungan sekolah This study aims to analyze the role of Istighosah activities in shaping the religious values of eleventh-grade students at SMKN 1 Dlanggu. The Istighosah is conducted regularly before Islamic Education lessons and during significant religious events. This research employs a descriptive qualitative method, with data collected through observation, interviews, and documentation involving Islamic Education teachers and students.The findings show that Istighosah plays an essential role in fostering religious values such as faith, discipline, responsibility, and social awareness. It also strengthens students’ spiritual character and sense of togetherness within the school community. Supporting factors include school support and teacher-student enthusiasm, while inhibiting factors involve limited time and students’ understanding of Istighosah.Thus, Istighosah serves as an effective medium for developing religious values and reinforcing students’ spiritual character in the school environment.
Identifikasi Kesulitan Belajar Tajwid dan Intervensi Guru PAI dalam Pembelajaran Al-Qur’an di Sekolah Menengah Kejuruan Jazilah, Khoirul; Hasanah, Uswatun; Mukarromah, Luk Luatul; Al Mumtaza, Najhan Hilman
Amaliyatu Tadris (AMYTA) Vol. 4 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/8mz69v28

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat kemampuan membaca Al-Qur’an pada siswa SMKN 1 Dlanggu serta merumuskan solusi yang efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 50 siswa yang menjadi subjek penelitian, sebanyak 30% siswa memiliki kemampuan membaca yang baik dengan penguasaan tajwid dan kelancaran yang cukup. Sebanyak 30% berada pada tingkat sedang, di mana mereka masih sering melakukan kesalahan dalam pelafalan huruf dan penerapan hukum tajwid. Sementara itu, 40% siswa memiliki kemampuan rendah, yaitu mengalami kesulitan dalam mengenali huruf hijaiyah dan menyusun kata dengan benar. Tantangan utama dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an di SMKN 1 Dlanggu meliputi rendahnya motivasi belajar siswa, metode pembelajaran yang kurang bervariasi, kurangnya keterlibatan orang tua, serta keterbatasan fasilitas pembelajaran. Upaya untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa dilakukan melalui penggunaan metode pembelajaran yang lebih interaktif, pemanfaatan teknologi digital, peningkatan kompetensi guru, serta penambahan sarana dan prasarana pembelajaran. Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa dapat meningkat secara signifikan dan lebih efektif dalam jangka panjang This study aims to identify the factors inhibiting the ability to read the Qur'an among students of SMKN 1 Dlanggu and formulate effective solutions. The research method used is a qualitative study with a descriptive approach through observation, interviews, and documentation studies. The results showed that of the 50 students who participated in the study, 30% of the students had good reading ability with sufficient mastery of tajweed and fluency, 30% were at a moderate level where they still often made mistakes in the pronunciation of letters and the application of tajweed laws and 40% of the students had low ability, having difficulty in recognizing hijaiyah letters and composing words correctly. The main challenges in learning to read the Qur'an at SMKN 1 Dlanggu are lack of student motivation, less varied learning methods, and lack of parental involvement, and limited learning facilities. To improve students' ability to read the Qur'an is done by using more interactive learning methods, utilizing digital technology, increasing teacher competence and increasing learning facilities. With these efforts, it is expected that students' ability to read the Quran can improve significantly and more effectively in the long run.