Destri Marpaung
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Penyuluh Agama Kristen Dalam Membina Perilaku Beragama Siswa Sekolah Luar Biasa Negeri Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan Destri Marpaung; Elisamark Sitopu; Agnes Novianti Permata Sari
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.43136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi penyuluh agama dalam membina perilaku beragama siswa Sekolah Luar Biasa Negeri Doloksanggul, dapat disimpulkan bahwa peran penyuluh agama sangat penting dalam proses pembinaan keagamaan bagi siswa berkebutuhan khusus. Strategi yang diterapkan dilakukan dengan pendekatan humanis dan persuasif, disesuaikan dengan karakteristik serta keterbatasan yang dimiliki oleh setiap siswa. Penyuluh agama tidak hanya menyampaikan materi keagamaan, tetapi juga membimbing, memberi teladan, serta menciptakan suasana pembelajaran yang nyaman dan mudah dipahami oleh siswa. Proses pembinaan perilaku beragama dilakukan melalui berbagai metode, seperti pembiasaan ibadah, keteladanan sikap, pendekatan individual, serta penggunaan media visual dan praktik langsung. Metode tersebut dinilai efektif karena mampu membantu siswa memahami nilai-nilai agama secara sederhana dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Hasil pembinaan menunjukkan adanya perkembangan positif pada perilaku beragama siswa, baik dalam aspek pengetahuan agama, pelaksanaan ibadah sesuai kemampuan, maupun sikap dan perilaku sosial yang mencerminkan nilai-nilai keagamaan. Meskipun demikian, pelaksanaan pembinaan perilaku beragama masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan kemampuan komunikasi dan pemahaman siswa, perbedaan tingkat kebutuhan khusus, serta keterbatasan sarana dan waktu pembinaan. Namun, faktor pendukung berupa kerja sama yang baik antara penyuluh agama, guru, dan orang tua, serta lingkungan sekolah yang kondusif, mampu membantu mengatasi sebagian hambatan tersebut sehingga pembinaan tetap dapat berjalan dengan baik.