Dorongan di balik penelitian ini berawal dari kejenuhan dan ketidak tertarikan siswa selama pembelajaran, yang menyoroti pentingnya sumber daya pendidikan. Tujuan utama penelitian ini adalah mengembangkan E-Comic sebagai alat bantu pendidikan yang dirancang khusus untuk pembelajaran Bahasa Indonesia pada Bab 7, dengan fokus pada Sayang lingkungan, bagi siswa kelas dua Fase A di SD Negeri 2 Kebun Lama. Tujuan lain dari penelitian ini menentukan hasil validasi dari para ahli materi pelajaran, pakar media, dan pakar bahasa, serta untuk mengukur tingkat kepraktisan yang ditunjukkan oleh umpan balik dari para pendidik dan siswa. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Reserch and Development (R&D), dengan menggunakan model ADDIE, yang mencakup lima tahap: Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Hasil pengembangan E-Comic bertema Sayang Lingkungan menunjukkan bahwa validasi dari para ahli materi pelajaran menghasilkan skor 88%, yang tergolong "sangat layak"; validasi dari para ahli bahasa menghasilkan skor 93%, yang juga dikategorikan "sangat layak"; dan validasi dari para ahli media mencapai skor 94%, menempatkannya dalam kategori "sangat layak". Berdasarkan tanggapan kuesioner guru, tingkat kepraktisan menunjukkan nilai 96%, yang menunjukkan bahwa media ini "sangat praktis", sementara tanggapan kuesioner siswa menunjukkan nilai 87,6%, yang juga dianggap "sangat praktis". Selain itu, hasil kuesioner minat baca siswa menghasilkan nilai 93,5%, yang juga dianggap "sangat praktis". berlandaskan temuan ini, dapat nyatakan bahwa media E-Comic sangat cocok untuk diintegrasikan ke dalam proses pendidikan.