Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi pembelajaran berbasis karakter di sekolah dasar dan kontribusinya terhadap pembentukan Profil Pelajar Pancasila, sekaligus mengidentifikasi model dan strategi yang efektif dalam menanamkan nilai karakter. Metode yang digunakan adalah studi literatur deskriptif analitis dengan pendekatan sistematis, di mana literatur relevan dipilih dari artikel ilmiah, jurnal, prosiding, dan laporan penelitian dalam kurun sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis karakter diterapkan melalui integrasi nilai karakter dalam kegiatan harian, pembiasaan (habituation), keteladanan guru, proyek P5, pembelajaran kontekstual berbasis proyek, serta kegiatan ekstrakurikuler yang melibatkan kolaborasi sekolah, keluarga, dan masyarakat. Strategi ini terbukti efektif menumbuhkan keenam dimensi Profil Pelajar Pancasila, yakni beriman dan bertakwa serta berakhlak mulia, berkebhinekaan global, bergotong-royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Hambatan utama yang ditemui meliputi dominasi fokus akademik, keterbatasan kompetensi dan inovasi guru, kurangnya sinergi dengan keluarga dan masyarakat, serta pengaruh era digital yang mengurangi interaksi sosial langsung. Sintesis temuan menekankan perlunya strategi pembelajaran yang holistik, kontekstual, dan berkelanjutan agar nilai karakter tidak hanya diketahui secara teoritis, tetapi juga tercermin dalam perilaku nyata siswa. Rekomendasi praktis mencakup integrasi karakter secara organik dalam pembelajaran, peningkatan kompetensi guru, pelibatan keluarga dan masyarakat, pemanfaatan proyek kolaboratif, serta evaluasi berkelanjutan terhadap efektivitas dan dampak strategi. Dengan pendekatan ini, pembelajaran berbasis karakter dapat membentuk siswa yang kompeten secara akademik sekaligus berkepribadian Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.