Riset ini difokuskan guna mengidentifikasi serta menganalisis pengelolaan sumber daya manusia. Dalam upaya mewujudkan kinerja pendidik yang optimal melalui penginternalisasian nilai kearifan lokal Kayuh Baimbai di SMK Negeri 2 Tanjung, Kabupaten Tabalong. Dengan pendekatan kualitatif yang diklasifikasikan ke dalam jenis penelitian deskriptif. Proses penghimpunan data dilaksanakan melalui teknik wawancara secara mendalam, kegiatan observasi langsung, serta telaah dokumentasi, dengan melibatkan informan kunci yang terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah, serta para tenaga pendidik. Kerangka teoritis penelitian ini bertumpu pada teori human capital sebagai grand theory, berikutnya sebagai middle theory yakni teori manajemen sumber daya manusia dan teori manajemen kinerja, serta teori kompetensi kinerja pendidik berbasis kearifan lokal sebagai applied theory. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa perencanaan manajemen sumber daya manusia di SMK Negeri 2 Tanjung telah diimplementasikan melalui pendekatan yang bersifat partisipatif serta strategis, dengan memposisikan tenaga pendidik sebagai aset utama (human capital) dalam organisasi sekolah. Pengorganisasian sumber daya manusia dilakukan secara kolaboratif berbasis kompetensi dan nilai kebersamaan, sehingga pembagian tugas dan peran pendidik berjalan secara proporsional. Pelaksanaan manajemen sumber daya manusia diarahkan pada pengembangan kompetensi pendidik secara berkelanjutan melalui berbagai kegiatan pembinaan dan pengembangan profesional. Evaluasi kinerja pendidik dilaksanakan secara humanis dan berorientasi pada pembinaan melalui supervisi akademik, refleksi bersama, serta pemanfaatan sistem penilaian kinerja berbasis aplikasi. Nilai Kayuh Baimbai terinternalisasi dalam seluruh tahapan manajemen sumber daya manusia, tercermin dalam praktik kerja sama, gotong royong, musyawarah, dan tanggung jawab kolektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai Kayuh Baimbai dalam manajemen sumber daya manusia mampu mendukung pencapaian kinerja pendidik secara berkelanjutan serta memperkuat budaya kerja kolaboratif di lingkungan sekolah.