Penelitian ini dilakukan untuk meneliti tentang bagaimana pelestarian bahasa Tontemboan di masyarakat desa Wulurmaatus Kecamatan Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan dengan bertujuan untuk mengeksplorasi pelestarian bahasa Tontemboan di desa Wulurmaatus Kecamatan Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan Teknik triangulasi wawancara, observasi dan dokumentasi maka hasil penelitian yang di peroleh adalah sebagai berikut: penggunaan bahasa Tontemboan di desa Wulurmaatus masih digunakan atau sering digunakan meskipun di dominasi oleh orang-orang tua. Faktor yang menyebabkan bahasa Tontemboan tidak diwariskan atau tidak dilestarikan di desa Wulurmaatus yaitu seperti orang-orang tua tidak mengenalkan dan mengajari anak-anaknya tentang bahasa Tontemboan, anak-anak muda sudah tidak berminat untuk belajar bahasa daerah, ada juga karena pengaruh pendatang dari daerah lain dan kurangnya kesadaran diri dan kepedulian akan budaya daerah. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu: pelestarian bahasa Tontemboan di desa Wulurmaatus masih belum terlaksana karena sudah sangat kurang dan jarang digunakan bahasa Tontemboan ini. Di desa Wulurmaatus yang masih menggunakan bahasa Tontemboan hanyalah orang-orang tua dulu sedangkan orang-orang muda sudah jarang menggunakan bahasa Tontemboan apalagi anak-anak muda sudah tidak tertarik lagi dengan bahasa ini karena menurut mereka bahasa ini sudah ketinggalan zaman atau kuno dan lebih memilih untuk belajar bahasa internasional atau bahasa asing. Bagi masyarakat di harapkan menggunakan dan menerapkan penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari serta keluarga harus berperan aktif dalam memperkenalkan bahasa daerah, bagi pemerintah diwajibkan memberikan arahan, penjelasan serta motivasi kepada masyarakat akan pentingnya kesadaran diri dan kepedulian terhadap warisan budaya terutama bahasa daerah.