Latar Belakang: Pendekatan Montessori merupakan metode pendidikan yang dikembangkan oleh Dr. Maria Montessori yang menekankan pada kemandirian, kebebasan dalam batasan tertentu, dan penghormatan terhadap perkembangan alami anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendekatan Montessori dalam pengembangan kemandirian anak usia dini, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya, serta merumuskan strategi efektif untuk mengoptimalkan pengembangan kemandirian anak melalui pendekatan Montessori yang disesuaikan dengan konteks sosial-budaya di Indonesia. Metode: Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian 20 anak usia 4-6 tahun dan 7 guru di TK Pertiwi Indralaya. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil dan Temuan: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada tingkat kemandirian anak sebesar 32,25% setelah implementasi pendekatan Montessori, dengan peningkatan tertinggi pada aspek kemampuan merawat diri (self-care) sebesar 32%. Faktor pendukung keberhasilan implementasi meliputi lingkungan belajar yang terstruktur, material pembelajaran yang mendukung kemandirian, peran guru sebagai fasilitator, dan keterlibatan orang tua. Tantangan yang dihadapi berupa keterbatasan pemahaman guru, material Montessori yang terbatas, dan resistensi pola asuh. Kesimpulan: Pendekatan Montessori yang diadaptasi sesuai konteks lokal terbukti efektif dalam meningkatkan kemandirian anak usia dini di Indonesia, namun memerlukan strategi komprehensif untuk mengatasi tantangan implementasinya.