Zulfiqri, Muhammad Alief
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PANDANGAN TOKOH AGAMA KOTA SAMARINDA MENGENAI JIHATUL KA’BAH PADA ZAMAN MODERN Zulfiqri, Muhammad Alief; Hervina, Hervina; Kasumawati, Devi
Mitsaq: Islamic Family Law Journal Vol 4 No 1 (2026): MITSAQ VOLUME 4, NOMOR 1, 2026
Publisher : Fasya UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/jm.v4i1.11885

Abstract

Perkembangan teknologi berdampak kepada ilmu pengetahuan terdahulu. Contohnya pada arah kiblat, ulama terdahulu merumuskan dua konsep terkait hal itu yaitu ‘ainul ka’bah dan jihatul ka’bah. ‘Ainul ka’bah yaitu menghadap tepat ke bangunan ka’bah, sedangkan jihatul ka’bah yaitu menghadap ke arah bangunan ka’bah. Ulama terdahulu menyatakan jihatul ka’bah diperuntukkan bagi orang yang jauh dari ka’bah, karena pada saat itu akses untuk menghadap kiblat bagi yang jauh sangat sulit berbeda dengan zaman sekarang dengan dibantu dengan teknologi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pendapat tokoh agama Kota Samarinda mengenai jihatul ka’bah pada zaman modern, serta keabsahan sholat jika menggunakan jihatul ka’bah pada zaman sekarang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian normatif-empiris. Sumber data yang digunakan yaitu primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan wawancara dengan enam informan ditemukan tiga pendapat yaitu jihatul ka’bah masih relevan dengan alasan darul ifta menafsirkan kata “syataran” yaitu jihat dan untuk mempermudah muslim yang jauh dari ka’bah. Pendapat selanjutnya, jihatul ka’bah masih relevan dengan syarat dengan alasan selam belum terdapat teknologi yang akurat dan masyarakat belum mampu menggunakannya maka jihatul ka’bah masih relevan. Pendapat terakhir, jihatul ka’bah tidak relevan dengan alasan telah ada teknologi yang membantu dalam menghadap kepada bangunan ka’bah seperti kompas. Kemudian untuk keabsahan sholat ketika meggunakan jihatul ka’bah yaitu jika berpendapat jihatul ka’bah masih relevan maka sholatnya sah dan jika berpendapat jihatul ka’bah tidak relevan maka sholatnya tidak sah.