UMKM laundry sebagai penyedia jasa memiliki alur proses layanan yang melibatkan aktivitas manual dan penggunaan mesin secara intensif, sehingga berpotensi menimbulkan pemborosan berupa waktu tunggu, ketidakseimbangan kapasitas proses, serta konsumsi energi dan air yang kurang efisien. Kondisi tersebut berdampak pada panjangnya waktu layanan dan rendahnya keberlanjutan operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merancang perbaikan sistem layanan UMKM laundry menggunakan pendekatan Green Value Stream Mapping (GVSM) guna meningkatkan efisiensi proses dan mendukung keberlanjutan. Metode penelitian dilakukan melalui pemetaan kondisi current state GVSM berdasarkan pengukuran cycle time dan waiting time pada setiap aktivitas layanan. Selanjutnya dilakukan identifikasi waste dominan serta analisis akar penyebab menggunakan diagram fishbone yang kemudian diterjemahkan menjadi usulan perbaikan melalui pendekatan 5W1H. Perbaikan difokuskan pada pengurangan aktivitas non value added tanpa mengurangi aktivitas value added yang merupakan proses inti layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kondisi current state aktivitas non value added sebesar 1.028 detik dari total cycle time 9.194 detik, dengan pemborosan utama berupa waiting dan bottleneck pada proses awal layanan, pengeringan, dan penyetrikaan. Setelah dilakukan perbaikan Process Activity Mapping, aktivitas non value added berhasil ditekan menjadi 206 detik atau mengalami penurunan sekitar 80%, sementara aktivitas value added tetap dipertahankan sebesar 8.166 detik. Penurunan aktivitas non value added tersebut menyebabkan total cycle time berkurang menjadi 8.372 detik. Future State GVSM menunjukkan aliran proses yang lebih mengalir, berkurangnya waktu tunggu dan idle mesin, serta peningkatan efisiensi konsumsi energi dan air. Dengan demikian, penerapan Green Value Stream Mapping terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi sistem layanan UMKM laundry sekaligus mendukung keberlanjutan operasional.