Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi orang tua dalam memperkenalkan konsep literasi kepada anak usia prasekolah (5-6 tahun). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, studi ini berfokus pada berbagai strategi yang diterapkan orang tua untuk menumbuhkan minat baca-tulis sejak dini. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa orang tua memegang peran sentral melalui beberapa pendekatan utama. Pertama, orang tua membiasakan kegiatan membaca buku secara rutin kepada anak, baik melalui cerita pengantar tidur maupun aktivitas membaca interaktif. Kedua, mereka menyediakan berbagai fasilitas pendukung seperti buku bergambar, alat tulis, dan media pembelajaran menarik lainnya. Ketiga, orang tua menerapkan manajemen waktu yang seimbang dengan menyusun jadwal teratur untuk belajar dan bermain, sehingga anak tidak merasa terbebani. Keempat, upaya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menyenangkan menjadi faktor penting dalam menstimulasi minat literasi anak. Orang tua menyiasati dengan mendesain ruang belajar yang nyaman dan penuh warna, serta mengintegrasikan permainan edukatif dalam proses pembelajaran. Kelima, peran sebagai teladan ditunjukkan melalui kebiasaan orang tua yang gemar membaca dan menulis di depan anak, sehingga menjadi contoh konkret yang dapat ditiru. Temuan ini menegaskan bahwa pengenalan literasi sejak dini memerlukan keterlibatan aktif orang tua melalui metode yang variatif dan sesuai dengan dunia anak. Pendekatan yang menyenangkan dan tidak memaksa terbukti efektif dalam menanamkan fondasi literasi yang kuat sebelum anak memasuki jenjang pendidikan formal. Dengan demikian, kolaborasi antara stimulasi di rumah dan pembelajaran di sekolah menjadi kunci keberhasilan pengembangan kemampuan literasi anak usia dini.