Natsir, Achmad Baiquni
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN TENTANG KESEHATAN GIGI MULUT DENGAN STATUS PENYAKIT GINGIVITIS PADA ANAK USIA 10-12 TAHUN Ilmianti, Ilmianti; Pratiwi, Rini; Natsir, Achmad Baiquni; Aprina, Erika; Nur, Nadyah Nadjwa Arfiani
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55201

Abstract

Gingivitis merupakan penyakit periodontal dengan prevalensi tinggi pada anak sekolah dan dipengaruhi oleh kebersihan gigi dan mulut, serta pengetahuan, sikap, dan tindakan dalam pemeliharaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan keparahan penyakit gingivitis pada siswa usia 10–12 tahun di SDN 1 Tamamaung Kota Makassar. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 107 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner pengetahuan, sikap, dan tindakan, serta pemeriksaan klinis menggunakan Modified Gingival Index (MGI), kemudian dianalisis dengan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat pengetahuan dan sikap yang cukup baik, namun tindakan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut masih didominasi kategori kurang baik. Keparahan gingivitis pada siswa sebagian besar berada pada kategori ringan hingga sedang. Uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan, sikap, dan tindakan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan keparahan gingivitis (p < 0,05), dengan variabel tindakan memiliki kekuatan hubungan paling besar dibandingkan pengetahuan dan sikap. Disimpulkan bahwa tindakan kesehatan gigi dan mulut merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan keparahan gingivitis pada siswa usia 10–12 tahun, sehingga diperlukan edukasi yang berkelanjutan untuk meningkatkan perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada anak.