Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk menganalisa pembelajaran Tahfizh Al-Qur’an di Ma’had Tahfizh Al-Bashiir (2) Untuk mengidentifikasi tantangan dalam proses pembelajaran tahfzh Al-Qur’an (3) Untuk menganalisa pembentukan karakter santri setelah mengikuti pembelajaran tahfizh Al-Qur’an di Ma’had Tahfizh Al-Bashiir. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Ma’had Tahfizh Al-Bashiir. Waktu penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2024 sampai bulan Juli 2025. Subjek dari penelitian ini adalah Kepala Ma’had Tahfizh Al-Bashiir, Pengajar, dan Santri. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang membagi analisis data menjadi tiga yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Pembelajaran tahfizh Al-Qur’an di Ma’had Tahfizh Al-Bashiir dilakukan secara bertahap dan terstruktur, dimulai dari tahsin hingga tahfizh. Santri menghafal dimulai dari Juz 30 dengan metode ziyadah dan muroja’ah yang berjenjang untuk menjaga kualitas hafalan. Metode yang digunakan antara lain bin nazar, takrir, talaqqi, dan musyafahah. (2) Tantangan yang dihadapi dalam pembelajaran tahfizh Al-Qur’an diantaranya kesulitan teknis membaca, perbedaan kemampuan menghafal, dan tekanan psikologis. (3) Pembentukan karakter santri setelah mengikuti pembelajaran tahizh Al-Qur’an adalah religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, dan tanggung jawab.