This Author published in this journals
All Journal Jurnal Mitrasehat
Ade Wira Listrianti Latief
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FAKTOR YANG BERUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA SUPIR BUS PO MEGA MAS MAKASSAR Andi Tenriola Fitri Kessi; Ade Wira Listrianti Latief; Fitri Fadhilla
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i1.663

Abstract

Kelelahan (fatigue) merupakan salah satu faktor risiko yang dapat menurunkan derajat kesehatan tenaga kerja, ditandai dengan penurunan kemampuan fisik dan konsentrasi dalam menyelesaikan pekerjaan. Kondisi ini dapat meningkatkan kesalahan kerja serta risiko kecelakaan. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada sopir Bus PO Mega Mas Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara singkat terhadap responden yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis dilakukan untuk menguji hubungan kualitas tidur, waktu istirahat, dan durasi mengemudi dengan tingkat kelelahan kerja. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kualitas tidur dengan kelelahan kerja (p = 0,005) dan antara durasi mengemudi dengan kelelahan kerja (p = 0,035). Sementara itu, waktu istirahat tidak menunjukkan hubungan signifikan (p = 0,334). Berdasarkan temuan ini, disarankan perusahaan menyediakan fasilitas ruang tidur pengemudi yang bersih, sehat, nyaman, dan memiliki suhu yang sesuai. Perusahaan juga perlu melakukan sosialisasi mengenai pentingnya waktu istirahat serta cara memanfaatkannya secara optimal untuk memulihkan energi dan mengurangi kelelahan. Sopir diharapkan memperhatikan durasi mengemudi, mengingat jarak tempuh yang cukup jauh, serta melakukan peregangan atau latihan ringan setiap kali berhenti. Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi kekakuan otot, memperbaiki sirkulasi darah, dan menurunkan risiko kelelahan kerja.