Perkembangan teknologi digital menuntut UMKM untuk menerapkan strategi komunikasi pemasaran yang lebih terintegrasi agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif, termasuk pada sektor industri kreatif batik. Integrated Marketing Communication (IMC) menjadi pendekatan penting dalam menyampaikan pesan merek yang konsisten dan membangun brand awareness secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi IMC yang diterapkan oleh UMKM Batik Tulis Kontemporer Dyah Kuncoro Handmade dalam membangun brand awareness di era digital. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi terstruktur, observasi nonpartisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dyah Kuncoro Handmade telah menerapkan berbagai elemen IMC, meliputi advertising, sales promotion, public relations, direct marketing, dan personal selling melalui media digital dan non-digital. Namun, penerapan strategi tersebut masih bersifat situasional dan belum terintegrasi dalam perencanaan komunikasi yang terpadu. Analisis berdasarkan model SOME (Share, Optimize, Manage, Engage) menunjukkan bahwa strategi media sosial kuat pada aspek share dan engage, tetapi lemah pada optimize dan manage. Kondisi ini menyebabkan strategi IMC baru mampu membangun brand awareness pada tahap brand recognition, dan belum mencapai brand recall maupun top of mind. Penelitian ini menyimpulkan bahwa UMKM perlu menyusun strategi IMC yang lebih terarah dan terintegrasi untuk meningkatkan daya saing sekaligus mendukung pelestarian batik sebagai warisan budaya Indonesia.