Perusahaan digital startup di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat dan berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional, namun peningkatan jumlah startup tidak selalu diikuti oleh peningkatan nilai perusahaan sehingga perlu dikaji lebih lanjut peran kinerja keuangan dalam memengaruhi nilai perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profitabilitas yang diukur dengan Return on Assets (ROA), likuiditas yang diukur dengan Current Ratio (CR), dan solvabilitas yang diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap nilai perusahaan yang diukur dengan Price to Book Value (PBV) pada perusahaan digital startup yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif bersifat asosiatif dengan menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan, dengan metode purposive sampling yang menghasilkan 15 perusahaan dengan 60 observasi, yang setelah penghapusan outlier menjadi 56 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS 26 melalui uji asumsi klasik, regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial ROA berpengaruh positif dan signifikan terhadap PBV, CR berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap PBV, serta DER berpengaruh positif dan signifikan terhadap PBV, sedangkan secara simultan ROA, CR, dan DER berpengaruh signifikan terhadap PBV. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,671 menunjukkan bahwa 67,1% variasi nilai perusahaan dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa profitabilitas dan struktur modal merupakan faktor penting dalam meningkatkan nilai perusahaan startup digital, sementara likuiditas tidak selalu menjadi pertimbangan utama investor, serta memperkuat relevansi signaling theory bahwa informasi kinerja keuangan dapat menjadi sinyal bagi investor dalam menilai prospek perusahaan.