Penguatan ekonomi lokal menuntut adanya sinergi antar-unit ekonomi berbasis komunitas agar mampu menghadapi dinamika rantai pasok dan keterbatasan sumber daya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemitraan strategis antara Koperasi Merah Putih (KMP) Kelurahan Benteng dan pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Sukabumi, dengan fokus pada pola kerja sama dan manajemen rantai pasok pangan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Informan dipilih secara purposif berdasarkan keterlibatan langsung dalam praktik kemitraan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta didukung dengan triangulasi sumber untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemitraan antara KMP Benteng dan Dapur MBG telah berjalan secara operasional dengan dukungan legalitas kelembagaan koperasi, mekanisme rantai pasok yang relatif terstruktur, serta integrasi peran personel yang mempercepat koordinasi. KMP Benteng berperan sebagai penghubung utama antara distributor dan Dapur MBG dalam penyediaan bahan pangan seperti beras SPHP, telur, dan minyak goreng. Meskipun masih terdapat keterbatasan dalam formalitas kerja sama dan kapasitas manajerial, kemitraan ini terbukti mampu menjaga stabilitas pasokan pangan sekaligus memperkuat fungsi koperasi sebagai penggerak ekonomi lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemitraan strategis antar-unit ekonomi lokal yang dibangun atas dasar kebutuhan riil, kepercayaan, dan komunikasi intensif dapat menjadi strategi efektif dalam mendukung pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan.