Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE INFLUENCE OF GLYCEROL ADDITION AND THERMAL TREATMENT DURATION ON THE CHARACTERISTICS OF EDIBLE FILM BASED ON KOLANG-KALING (Arenga pinnata) Tunnisa, Haura; Syafruddin, S; Nanda, Satria
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 23, No 02 (2025): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v23i02.8859

Abstract

Research on the production of edible film from kolang-kaling with variations in glycerol addition and heating duration has been conducted with glycerol concentrations of 0; 0.5; 1; 1.5; and 2 mL, and heating times of 5, 10, 15, 20, and 25 minutes at a temperature of 70°C. This study aims to determine the effect of glycerol addition and heating duration on the characteristics of kolang-kaling edible film with the addition of Carboxymethyl Cellulose (CMC). The results showed that the best characteristics were obtained with the addition of 1 mL of glycerol with a heating time of 20 minutes, resulting in a film thickness of 0.053 mm, WVTR of 3.4632 g/m²/day, tensile strength of 14.316 MPa, biodegradability of 52.53%, and initial thermal degradation temperature of 257.66°C. Based on these results, the edible film from kolang-kaling has the potential to be used as an alternative eco-friendly food packaging to replace single-use plastic. Keywords: CMC, Edible Film, Glycerol, Kolang-kaling, Heating
Pengembangan Bumbu Rempah Aceh Kering sebagai Inovasi Aditif Mi Aceh: Mendorong Komersialisasi Produk Lokal untuk Kemandirian Pangan di Desa Jeulikat, Blang Mangat, Lhokseumawe Rihayat, Teuku; Ismy, Adi Saputra; Yazid, Muhammad; Tunnisa, Haura; Hidayana, Acut Rahmatul
Jurnal Vokasi Vol 10, No 1 (2026): Maret
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v10i1.8350

Abstract

Mi Aceh merupakan kuliner khas Aceh yang kaya rempah, namun sebagian besar pelaku usaha masih menggunakan bumbu basah yang mudah rusak sehingga membatasi distribusi dan pengembangan usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut melalui pengembangan bumbu rempah Aceh kering yang higienis, tahan lama, dan bernilai jual lebih tinggi. Program dilaksanakan bersama Kelompok Tani Rempah Sehat di Desa Jeulikat dengan metode pelatihan partisipatif meliputi penggunaan blower oven dryer untuk pengeringan rempah, formulasi bumbu kering terstandar, pengemasan dan labeling produk, serta pelatihan pembuatan konten kreatif dan pemasaran digital. Evaluasi dilakukan melalui observasi proses produksi dan wawancara peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan mitra dalam pengolahan rempah, konsistensi kualitas produk, penggunaan kemasan kedap udara, serta pemahaman strategi promosi digital. Produk “Bumbu Rempah Aceh Kering Jeulikat” berhasil diformulasikan dan siap dipasarkan sebagai inovasi aditif Mi Aceh. Program ini berkontribusi pada peningkatan nilai tambah rempah lokal, penguatan ekonomi kreatif, dan peluang komersialisasi produk unggulan daerah.