Sulisthya Dewi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DEIKSIS DALAM FILM PANGGIL AKU AYAH ADAPTASI DARI PAWN: ANALISIS SEMANTIK Sulisthya Dewi; Siti Nurjanah; Decinta Nesa Karisma; Dodi Firmansyah; Dase Erwin Juansah
FRASA: Jurnal Keilmuan, Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 1 (2026): FRASA: JURNAL KEILMUAN BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/frasaunimuda.v7i1.4459

Abstract

Penelitian ini menganalisis tiga jenis deiksis (persona, tempat, dan waktu) dalam dialog film Panggil Aku Ayah menggunakan metode kualitatif deskriptif. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan berbagai jenis deiksis yang dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu persona, waktu dan tempat pada film Panggil Aku Ayah, serta mengidentifikasi dan mengelompokkan jenis tuturan yang ada dalam film Panggil Aku Ayah sesuai dengan kategori jenis deiksis yang telah ditentukan. Data penelitian berupa tuturan dialog tokoh-tokoh dalam film yang mengandung unsur deiksis. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak dan catat, menyimak untuk mengetahui setiap penggunaan bahasa dalam film, serta mencatat tuturan atau dialog tokoh-tokoh yang mengandung unsur deiksis (persona, tempat, waktu). Hasil penelitian menunjukkan adanya berbagai bentuk deiksis persona, di mana penggunaan kata ganti seperti “saya” memperlihatkan jarak psikologis dan “aku” memperlihatkan kedekatan atau situasi informal antara penutur dan mitra tutur. Deiksis tempat dikelompokkan menjadi di sini (dekat dengan penutur), di situ (dekat dengan lawan tutur/terlihat jelas), dan di sana (jauh dari keduanya, baik itu penutur maupun lawan tuturnya). Sementara itu, deiksis waktu mencakup, masa lampau (dulu), masa sekarang (sekarang), dan masa yang akan datang (nanti, besok). Secara keseluruhan, deiksis berfungsi sebagai alat penting untuk memahami makna ujaran dan konteks komunikasi dalam tuturan tokoh-tokoh film tersebut.