This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kajian Ruang
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Transformasi Ruang Pasca Konflik Sosial di Kecamatan Sirimau, Ambon (1999 - 2024) Putra, Erianda; Berhitu, Pieter Th; Rasyid, Risal
Jurnal Kajian Ruang Vol 6, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jkr.v6i1.45229

Abstract

ABSTRACTBefore 1999, Sirimau District was characterized by a religiously diverse population. In 1999, a horizontal conflict with ethno-religious dimensions (SARA) erupted, leading to substantial transformations in social spaces defined here as areas that facilitate everyday social practices. This study examines the transformation of these spaces across three phases: before the conflict (pre-1999), during the conflict (1999-2004), and after the conflict (2005–2024). A qualitative case study approach was employed, incorporating empirical-descriptive analysis, spatial-temporal methods, participatory mapping, and both synchronic and diachronic perspectives to trace spatial changes over time. The findings reveal that the conflict triggered both physical and non-physical transformations of social space, and new social spaces also emerged during the conflict period. These changes occurred gradually, evolving alongside the phases of the conflict. This study contributes to the understanding of post-conflict urban transformation in Eastern Indonesia, highlighting the emergence of new social spaces and spatial reconfigurations as mechanisms of informal reconciliation.Keywords: Ambon Conflict, Post-Conflict Transformation, Socio-Spatial Segregation, ABSTRAKKecamatan Sirimau sebelum tahun 1999 memiliki penduduk dengan latar belakang agama yang beragam. Pada tahun 1999 terjadi konflik horizontal bernuansa SARA yang mengakibatkan transformasi pada ruang-ruang sosial. Ruang Sosial sendiri merupakan ruang yang mewadahi aktivitas sehari-hari masyarakat (spatial practise). Oleh sebab itu dalam penelitian ini akan menganalisis bagaimana transformasi ruang sosial tersebut, yang akan dikaji dalam 3 (tiga) tahapan yakni sebelum konflik (sebelum tahun 1999), saat masa konflik (tahun 1999-2004), dan sesudah konflik (tahun 2005-2024). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Alat analisis yang digunakan yaitu, deskriptif empiris, spatial temporal, partisipatory mapping, serta sinkronik dan diakronik untuk mendapatkan gambaran informasi tentang perubahan ruang sosial mulai dari sebelum konflik tahun 1999 hingga sesudah konflik. Temuan dari penelitian ini adalah ruang sosial mengalami transformasi akibat adanya konflik sosial, mulai dari transformasi secara fisik maupun non fisik, selain itu terdapat ruang sosial baru yang muncul saat konflik terjadi. Proses transformasi ruang sosial terjadi tidak secara spontan, melainkan mengalami perubahan secara bertahap seiring dengan fase konflik yang terjadi. Penelitian ini berkontribusi dalam menjelaskan transformasi perkotaan pasca-konflik di Indonesia Timur melalui kemunculan ruang sosial baru dan penataan ulang spasial sebagai bentuk rekonsiliasi informal.Kata kunci: Konflik Ambon, Segregasi Sosio Spasial, Transformasi Pasca Konflik