Piliang, Fauzan
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Konsep Kejujuran Menurut Syaikh Muhammad Syakir Al-Iskandari dalam Kitab Washoya Al-Abaa’ Lil Abna’ Piliang, Fauzan; Lubis, Khairuddin; Anwar, Khairul
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2750

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif biografi dan pemikiran Syaikh Muhammad Syakir al-Iskandari sebagai salah satu ulama dan pendidik Islam berpengaruh pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, serta menganalisis konsep kejujuran yang tertuang dalam karyanya Washaya al-Abaa’ lil Abnaa’. Kajian ini meliputi riwayat hidup, latar belakang pendidikan, kiprah keilmuan, profesi, karya-karya, serta kontribusinya dalam pengembangan pendidikan dan pembinaan akhlak Islam. Fokus utama penelitian diarahkan pada konstruksi konseptual kejujuran (?idq) menurut Syaikh Muhammad Syakir dan relevansinya dalam pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Sumber data primer diperoleh dari karya asli Syaikh Muhammad Syakir, khususnya Washaya al-Abaa’ lil Abnaa’, sedangkan data sekunder berasal dari literatur ilmiah, kitab turats, serta kajian akademik yang relevan. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis isi (content analysis) dengan menelaah secara mendalam gagasan, argumentasi, serta nilai-nilai moral yang terkandung dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Syaikh Muhammad Syakir al-Iskandari—yang memiliki nama lengkap Muhammad bin Ahmad bin Abdul Qadir bin Abdul Warits lahir di Jurja, Mesir, pada 15 Syawal 1282 H/2 Maret 1866 M. Ia dikenal sebagai ulama, hakim syar‘i, dan pendidik yang memiliki perhatian besar terhadap pembinaan moral generasi muda. Konsep kejujuran menurutnya merupakan fondasi utama dalam pembentukan akhlak mulia, sarana menjauhkan diri dari sifat munafik, serta prinsip dasar dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis. Kejujuran tidak hanya dipahami sebagai kesesuaian antara ucapan dan realitas, tetapi juga sebagai integritas dalam perbuatan dan komitmen moral dalam hubungan sosial guna meraih ridha Allah Swt. Temuan ini menegaskan bahwa pemikiran Syaikh Muhammad Syakir relevan untuk penguatan pendidikan karakter dalam konteks pendidikan Islam kontemporer.