Perkembangan teknologi digital menuntut transformasi dalam praktik pembelajaran, namun banyak sekolah di Indonesia, termasuk UPT SMPN 2 Mappakasunggu, masih berada pada fase transisi dengan pemanfaatan teknologi yang terbatas dan pendekatan pembelajaran yang konvensional. Kondisi ini berpotensi menghambat terwujudnya pembelajaran mendalam (deep learning) yang menekankan pemahaman konseptual, berpikir kritis, dan keterampilan abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan platform desain digital Canva dalam mendukung terciptanya pembelajaran mendalam pada peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 4 orang guru dan 30 orang siswa kelas VII dan VIII UPT SMPN 2 Mappakasunggu sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi melalui observasi partisipatif terhadap 8 pertemuan pembelajaran, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta analisis dokumentasi berupa 45 artefak karya siswa, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan dokumen pendukung sekolah. Data yang terkumpul dianalisis secara interaktif dengan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Canva berhasil dimanfaatkan terutama sebagai alat produksi bagi siswa untuk membuat poster, infografis, dan presentasi. Pemanfaatan ini efektif mendorong proses kognitif mendalam (menganalisis, mengevaluasi, mencipta), meningkatkan keterlibatan, motivasi, kreativitas, kolaborasi, dan literasi digital siswa. Data pendukung kuantitatif juga menunjukkan peningkatan signifikan rata-rata nilai tugas dari 58,00 menjadi 85,00 dengan ketuntasan belajar mencapai 100%. Dengan demikian, Canva terbukti dapat berfungsi sebagai katalis pedagogis yang strategis untuk mewujudkan pembelajaran mendalam di sekolah yang sedang bertransisi digital.