Terminal Tipe A merupakan simpul strategis dalam sistem transportasi darat nasional yang melayani angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP) serta mendukung konektivitas regional. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah terminal tipe A di Indonesia menghadapi tantangan berupa penurunan jumlah penumpang, lemahnya integrasi antarmoda, serta belum optimalnya fungsi komersial dan digitalisasi layanan. Terminal Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS) Pekanbaru sebagai terminal tipe A di Provinsi Riau menunjukkan kondisi serupa, ditandai dengan fluktuasi volume penumpang dan penurunan pergerakan kendaraan pada periode 2024–2025. Kondisi ini mengindikasikan perlunya transformasi menuju model terminal yang lebih terpadu dan adaptif. Penelitian ini bertujuan merumuskan konsep Terminal Tipe A Terpadu di Pekanbaru melalui pendekatan One-Stop Service (OSS) sebagai strategi peningkatan efisiensi layanan, integrasi moda, dan daya saing terminal. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi literatur, analisis data statistik operasional, serta studi komparatif terhadap beberapa terminal tipe A di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan lima prinsip utama terminal modern, yaitu integrasi moda transportasi, penguatan fungsi komersial, digitalisasi layanan, tata ruang berbasis keamanan dan kenyamanan, serta sistem manajemen terpusat. Konsep OSS yang diusulkan diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan dan mereposisi Terminal BRPS Pekanbaru sebagai simpul mobilitas regional yang modern dan berdaya saing.