Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PEMILIHAN VENDOR TRUCKING DENGAN MENGGUNAKAN METODE AHP DAN TOPSIS DI KANTOR POS CABANG X Sifa Samrotu Zakiyyah; Ali Mohamad Rezza; Dera Thorfiani; Eduard Sondakh
INVANTRI (Inovasi Dan Pengelolaan Industri) Vol 5 No 2 (2026): Februari
Publisher : Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/invantri.v5i2.10171

Abstract

Dalam kegiatan pemilihan Vendor Trucking oleh tim penjualan korporat di Kantor Pos Cabang X, ditemukan fenomena ketidakefisienan dalam proses pemilihan Vendornya. Pemilihan dilakukan tanpa menggunakan metode terstruktur, melainkan hanya berdasarkan asumsi dan pengalaman subjektif. Hal ini dapat terlihat dari keluhan pelanggan yang diberikan kepada perusahaan terkait keterlamabatan, dan kurangnya komunikasi dengan pihak Vendor Trucking. untuk itu, perusahaan sebaiknya segera melakukan evaluasi lebih lajut mengenai masalah tersebut, dikarenakan masalah tersebut dapat mengurasi rasa kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan. Melalui pendekatan metode Metode Analytical Hierarcy Process (AHP) dan Technique For Order Preference By Similarity To Ideal Solution (TOPSIS), maka dapat mengetahui Vendor Trucking terbaik yang dapat dilanjutkan dalam proses pemilihan Vendor berikutnya. kombinasi metode AHP dan TOPSIS dipilih dengan alasan metode AHP memiliki kelebihan berdasar pada matriks perbandingan pasangan dan melakukan analisis konsistensi, sedangkan metode TOPSIS dapat menyelesaikan pengambilan keputusan secara praktis, karena konsepnya sederhana dan mudah dipahami, komputasinya efisien, serta memiliki kemampuan mengukur kinerja relatif dari alternatif-alternatif keputusan. Hasil akhir dari analisis perhitungan bobot alternatif terbaik menggunakan kombinasi metode Analytical Hierarcy Process (AHP) dan Technique For Order Preference By Similarity To Ideal Solution (TOPSIS) menunjukan bahwa Vendor A memperoleh bobot tertinggi, yaitu sebesar 1,798 atau 179,8%, sehingga tetap menjadi pilihan utama. Selanjutnya, Vendor C menempati posisi kedua dengan bobot sebesar -1,024 atau -102,4%. Sementara itu, Vendor B berada di posisi terakhir dengan bobot -0,003 atau -0,3%.