Latar belakang. Epilepsi merupakan gangguan neurologis kronis pada anak yang berdampak pada fungsi fisik, emosional, sosial, dan kognitif. Kualitas hidup anak dengan epilepsi dipengaruhi oleh faktor klinis dan psikologis, termasuk kecemasan orang tua sebagai pengasuh utama.Tujuan. Menilai hubungan kecemasan orang tua dengan kualitas hidup pada anak dengan epilepsi.Metode. Penelitian potong lintang dilakukan pada 57 anak berusia 1-18 tahun dengan epilepsi yang menjalani pengobatan di Poliklinik Anak RSUD Dr. Moewardi Surakarta pada Oktober 2024–Januari 2025. Kecemasan orang tua dinilai menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), sedangkan kualitas hidup anak dinilai menggunakan Quality of Life in Childhood Epilepsy (QOLCE). Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji chi-square dan dilanjutkan dengan regresi logistik metode backward.Hasil. Sebanyak 43,9% orang tua mengalami kecemasan dan 42,1% anak memiliki kualitas hidup yang tidak baik. Kecemasan orang tua berhubungan signifikan dengan kualitas hidup anak (OR 3,833; p=0,030). Faktor lain yang berhubungan bermakna meliputi penggunaan politerapi obat antiepilepsi (p=0,006), lama pengobatan ?5 tahun (p=0,035), dan tingkat pendidikan orang tua (p<0,001). Analisis multivariat menunjukkan pendidikan orang tua (OR 17,1; p=0,001) dan lama pengobatan (OR 6,33; p=0,032) sebagai faktor paling berpengaruh terhadap kualitas hidup anak.Kesimpulan. Kecemasan orang tua berkontribusi penting terhadap kualitas hidup anak dengan epilepsi. Dukungan psikososial dan manajemen klinis yang komprehensif diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup anak secara berkelanjutan.