Rumah sakit menyediakan pelayanan kesehatan perorangan secara holistik, terutama pada perawatan intensif. Keberhasilan rumah sakit dalam menjalankan fungsi dan perannya sangat bergantung pada efektivitas kerja dari seluruh komponen internal, termasuk tenaga perawat. Pasien di ruang perawatan intensif memiliki ketergantungan yang sangat tinggi terhadap perawat. Stres tanpa pengelolaan yang baik dalam jangka waktu panjang dapat menumpuk menjadi burnout syndrome. Keadaan ini dapat menurunkan kualitas kinerja perawat secara menyeluruh jika tidak dimanajemen dengan baik. Motivasi kerja mencakup dorongan internal maupun eksternal dari lingkungan sekitar yang memberikan semangat kepada individu untuk bekerja dan mencapai target tertentu, termasuk dalam meningkatkan kinerja perawat. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi apakah ada pengaruh motivasi kerja dan burnout syndrome yang meliputi kelelahan emosional, depersonalisasi, dan penurunan prestasi diri terhadap kinerja perawat yang bertugas di ruang intensif RSUD Dr. Soedarso Kalimantan Barat. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode studi kuantitatif melalui pendekatan cross sectional design. Pemilihan sampel menggunakan teknik total sampling sebanyak 143 perawat responden dari ruang ICU, HCU, ICVCU, NICU, dan PICU yang mengisi data melalui kuesioner berskala likert secara luring maupun daring. Hasil analisis data bivariat pada penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kelelahan emosional, depersonalisasi, penurunan prestasi diri, serta motivasi kerja terhadap kinerja perawat, yang masing-masing memiliki nilai p-value 0,000 atau 0,000 atau 0,000 atau 0,000 (p-value kurang dari 0,05). Analisis multivariat menyatakan bahwa tidak ditemukan pengaruh signifikan antara depersonalisasi dan penurunan prestasi diri terhadap kinerja perawat. Di sisi lain, ditemukan adanya pengaruh negatif signifikan terkait kelelahan emosional dengan nilai p-value 0,043 dan pengaruh positif signifikan motivasi kerja dengan nilai p-value 0,000 terhadap kinerja perawat. Faktor yang memiliki pengaruh terbesar terhadap kinerja perawat adalah motivasi kerja dengan nilai koefisien beta sebesar 0,510