Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh dosis penambahan tepung daun Waru dan daun Bambu. Penelitian dilaksanakan di UD. Amanah, Desa Datar Kec. Sumbang, Kab. Banyumas. Analisis kimia dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Universitas Jenderal Soedirman, pengujian analisis kadar protein kasar pakan konsentrat pemberian di Laboratorium Loka Pengujian Standar Instrumen Ruminansia Besar. Penelitian menggunakan 24 ekor domba ekor tipis (koefisien keragaman 10%) berumur 12-18 bulan. Rancangan Acak Lengkap digunakan dengan enam perlakuan: P0 (jerami padi amoniasi + konsentrat); P1 (P0 + TDW 2,4 gr/kg konsentrat); P2 (P0 + TDW 1,8 g/kg konsentrat + TDB 0,325 g/kg konsentrat); P3 (P0 + TDW 1,2 g/kg konsentrat + TDB 0,65 g/kg konsentrat); P4 (P0 + 0,6 g TDW/ kg konsentrat + 0,975 g TDB/kg konsentrat); P5 (P0 + TDB 1,3 g/kg konsentrat)) dan enam ulangan. Parameter yang diukur kecernaan protein kasar dan serat kasar. Hasil analisis menunjukkan bahwa kecernaan protein kasar berkisar antara 61,69-65,94% dan hasil dari rataan kecernaan serat kasar berkisar antara 37,77-41,55%. Analisis variansi menunjukkan bahwa penambahan tepung daun Waru dan daun Bambu berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kecernaan protein kasar akan tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kecernaan serat kasar domba. Hasil uji lanjut menunjukan penambahan 1,2 g TDW + 0,65 TDB manunjukan hasil terbaik untuk menaikan kecernaan protein kasar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kombinasi tepung daun Waru dan daun Bambu 1,2 gr/kg BK konsentrat dan 0,65 gr/kg BK konsentrat terbaik dalam meningkatkan kecernaan protein kasar, dan cenderung meningkatkan (P=0,616) kecernaan serat kasar pakan domba lokal.