Saputra, Beny Indrawan
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Business Process Analysis, Business Process Modeling, Business Process Management, Business Process Reengineering; Digital Workflow; Bottleneck Analysis; Operational Efficiency; Project-Based Organization; Cash Flow Management; Key Performance Indicators Saputra, Beny Indrawan; Gustiani, Dian; Andriyana, Agus; Diponegoro, Ahmad; Mardiana, Siti
Marketica: Jurnal Ilmiah Pemasaran Vol 3 No 1 (2026): Marketica: Jurnal Ilmiah Pemasaran
Publisher : Sapta Arga Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan merancang ulang proses bisnis PT Geo Stroom Indonesia (PT GSI), sebuah perusahaan yang menyediakan layanan survei geosains dan desain teknik berbasis proyek. Untuk melakukan analisis ini, pendekatan manajemen proses bisnis (BPM) menggunakan tahapan untuk mengidentifikasi proses yang ada, menemukan peluang, menentukan indikator kinerja utama (KPI), dan merancang ulang proses dengan pendekatan reengineering proses bisnis (BPR). Hasil identifikasi menunjukkan bahwa proses PT GSI masih berbasis fungsi, seperti yang ditunjukkan oleh banyaknya transfer antar divisi, verifikasi berulang, dan ketergantungan yang besar pada bagian keuangan. Pengumpulan dokumen kontrak, proses invoicing manual, dan pertanggungjawaban dana pasca proyek (LPJ) adalah area yang paling tidak efisien. Mengintegrasikan sistem digital workflow/ERP membantu mengubah proses bisnis. Ini mengotomatisasi pembuatan dokumen, persetujuan berjenjang, kontrol LPJ real-time, dan invoicing berbasis milestone. Dengan perubahan ini, koordinasi manual digantikan oleh proses yang digerakkan oleh sistem. Ini juga menghasilkan paralelisme aktivitas pada fase prakontrak dan eksekusi proyek. Secara teoritis, model baru memiliki potensi untuk menurunkan waktu administrasi hingga lima puluh hingga tujuh puluh persen, mempercepat cash flow melalui invoicing automatis, mengurangi risiko bottleneck, dan meningkatkan nilai tambah SDM dengan mengurangi aktivitas yang tidak menghasilkan nilai. Hasilnya menunjukkan bahwa optimalisasi proses bisnis tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional tetapi juga membantu mencapai tujuan strategis perusahaan, seperti meningkatkan kepuasan pelanggan, stabilitas arus kas, dan daya saing layanan teknis. Seperti yang ditunjukkan oleh penelitian ini, proses bisnis yang terintegrasi secara digital dapat menjadi alat strategis untuk meningkatkan kinerja perusahaan jasa berbasis proyek.