Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep Pendidikan Islam Dalam Perspektif Ulama Klasik Dan Kontemporer Sakha Yuliana Pano; Nur Aprianto
Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 2 No 01 (2026): AR RUHUL ILMI: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas konsep pendidikan Islam dalam perspektif dua tokoh utama, Imam Al-Ghazali sebagai representasi ulama klasik dan Syed Muhammad Naquib al-Attas sebagai ulama kontemporer, dengan fokus pada perbedaan dan kesinambungan pemikiran keduanya mengenai tujuan pendidikan, peran ilmu, dan pembentukan karakter manusia. Isu ini penting karena pendidikan Islam modern kerap terpisah antara dimensi spiritual dan rasional, sehingga diperlukan pemahaman integratif yang mampu memadukan keduanya secara utuh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), yang bersumber dari karya-karya utama kedua tokoh seperti Ihya’ ‘Ulum al-Din dan Ayyuha al-Walad karya Al-Ghazali, serta The Concept of Education in Islam dan Islam and Secularism karya Al-Attas. Analisis dilakukan menggunakan analisis isi (content analysis) dengan pendekatan hermeneutik dan filosofis untuk memahami makna konseptual dan konteks historis pemikiran kedua tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Ghazali menekankan pendidikan sebagai sarana penyucian jiwa dan pembentukan akhlak menuju kesempurnaan insan, sedangkan Al-Attas menekankan pendidikan sebagai proses penanaman adab (ta’dib) yang menempatkan manusia dan ilmu pada posisi yang benar dalam tatanan wujud. Keduanya sepakat bahwa integrasi antara ilmu, akhlak, dan spiritualitas merupakan inti pendidikan Islam, meskipun berangkat dari landasan epistemologis yang berbeda Al-Ghazali bersifat sufistik, sementara Al-Attas filosofis dan sistematis. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan Islam ideal adalah pendidikan yang mengintegrasikan aspek spiritual dan intelektual secara harmonis, menjadikan adab dan akhlak sebagai dasar pembentukan insan kamil, serta memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan paradigma pendidikan Islam yang holistik, kontekstual, dan berakar pada nilai-nilai Islam klasik.
Urgensi Kemampuan Finansial Dalam Menopang Aktivitas Keilmuan: Analisis Pemikiran Islam Lestari, Shinta; Nur Aprianto
IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam Vol 2 No 01 (2026): Imanu: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam
Publisher : Imanu: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan finansial memiliki posisi strategis dalam menopang perkembangan aktivitas keilmuan dalam tradisi pemikiran Islam. Akses terhadap sumber daya ekonomi memungkinkan penuntut ilmu memenuhi kebutuhan dasar kehidupan, menyediakan waktu belajar yang lebih luas, serta memperoleh sarana pendukung pengembangan intelektual. Tanpa kestabilan ekonomi, proses pencarian ilmu sering terganggu oleh tekanan pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. Dalam sejarah Islam, dukungan finansial menjadi motor penting lahirnya ulama besar melalui patronase negara, sistem wakaf pendidikan, dan kemandirian ekonomi sarjana. Banyak ulama menggabungkan etos kerja, kejujuran profesional, dan komitmen spiritual agar ilmu tetap bermartabat serta bebas dari ketergantungan tidak sehat. Penelitian ini menganalisis hubungan stabilitas finansial dan produktivitas keilmuan dengan menelusuri dasar normatif Al-Qur’an dan hadis, pandangan ulama klasik tentang kerja, zuhud proporsional, dan kemandirian materi. Implikasi praktis diarahkan pada penguatan ekosistem intelektual Muslim kontemporer melalui kebijakan pendidikan, riset berkelanjutan, dan pengelolaan sumber daya. Hasil kajian menunjukkan kemampuan finansial merupakan bagian integral ekosistem keilmuan Islam yang menuntut keseimbangan ketakwaan, profesionalitas akademik, dan kemandirian ekonomi berkelanjutan. Pendekatan ini menegaskan bahwa kesejahteraan material yang dikelola secara etis dapat memperkuat keberlanjutan tradisi ilmiah, memperluas akses pendidikan, serta melahirkan generasi cendekiawan yang mandiri, kritis, dan bertanggung jawab sosial bagi masyarakat Muslim global pada era modern saat ini dan masa depan berkelanjutan.