Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penilaian dalam Perspektif Islam: Menghidupkan Taqwim dan Muhasabah dalam Proses Pendidikan Adel Vieka Octamiana; Kana Safrina Rouzi
Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 2 No 01 (2026): AR RUHUL ILMI: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan sistem evaluasi pendidikan modern yang cenderung menitikberatkan pada aspek kognitif menimbulkan kebutuhan akan pendekatan penilaian yang lebih holistik dan bernilai spiritual dalam pendidikan Islam. Dalam konteks ini, konsep taqwim (evaluasi) dan muhasabah (introspeksi diri) menjadi fondasi penting dalam membangun sistem penilaian yang tidak hanya mengukur hasil belajar, tetapi juga membentuk karakter dan kesadaran spiritual peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menganalisis literatur terkait konsep evaluasi dalam perspektif Islam, landasan filosofis dan teologis penilaian, serta aspek-aspek penilaian holistik dalam pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa taqwim dalam pendidikan Islam merupakan proses sistematis untuk menilai perkembangan peserta didik secara menyeluruh, sedangkan muhasabah memperkuat dimensi reflektif dan spiritual dalam proses evaluasi. Penilaian dalam perspektif Islam berlandaskan pada prinsip ontologis, epistemologis, dan aksiologis yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis, sehingga menekankan tanggung jawab moral, keadilan, dan perbaikan diri. Selain itu, penilaian tidak hanya mencakup aspek kognitif, tetapi juga meliputi dimensi afektif, psikomotorik, akhlak, dan spiritual melalui pendekatan holistik dan berkelanjutan. Dengan demikian, penilaian dalam perspektif Islam tidak sekadar berfungsi sebagai alat ukur keberhasilan akademik, tetapi juga sebagai sarana pembinaan akhlak, penguatan spiritualitas, dan pembentukan manusia beriman yang mampu melakukan perbaikan diri secara terus-menerus.
Pendekatan Emansipatoris Jurgen Hubermas Dalam Pengembangan Teori Dan Praktik Keilmuan Pendidikan Adel Vieka Octamiana
IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam Vol 2 No 01 (2026): Imanu: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam
Publisher : Imanu: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan emansipatoris yang dikemukakan oleh Jürgen Habermas menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai proses pembebasan manusia dari berbagai bentuk dominasi melalui refleksi kritis dan komunikasi yang rasional. Pendekatan ini relevan dalam dunia pendidikan karena membantu peserta didik mengembangkan kemampuan berpikir mandiri, kritis, serta memahami realitas sosial secara lebih objektif dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk memahami konsep pendekatan emansipatoris Habermas dalam pendidikan, mengkaji peran pemikirannya dalam pengembangan teori dan metode pendidikan yang bersifat kritis-dialogis, serta mengidentifikasi penerapan prinsip-prinsip emansipatoris dalam pembelajaran di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif, melalui analisis terhadap karya-karya Jürgen Habermas dan berbagai literatur pendidikan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan emansipatoris Habermas memberikan landasan teoretis yang kuat bagi pengembangan paradigma pendidikan kritis, di mana proses pembelajaran dipahami sebagai komunikasi yang setara dan bebas dari dominasi. Dalam kerangka tindakan komunikatif, guru dan peserta didik diposisikan sebagai subjek yang sama-sama aktif dalam proses dialog, penilaian argumen, dan pencarian pemahaman bersama. Penerapan prinsip emansipatoris dalam pembelajaran tampak melalui penggunaan metode diskusi, kerja sama, pembelajaran berbasis masalah, serta peran guru sebagai fasilitator dan intelektual transformatif. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan emansipatoris Habermas mampu mengarahkan pendidikan menjadi proses yang demokratis, partisipatif, dan reflektif, sehingga berfungsi sebagai sarana pemberdayaan dan pembebasan peserta didik.