Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

STRENGTHENING COMMUNITY CHARACTER AND LITERATURE IN HANDLING STUNTING THROUGH VILLAGE DIGITALIZATION IN GUWOSARI SUB-DISTRICT An-Nisa Apriani; Kana Safrina Rouzi; Mufida Awalia Putri; Yhona Paratmanitya; Defia Ifsantin Maula; Endi Rohaendy; Sukati Sukati; Laelatul Badriah; Dadang Heksaputra; Rizky Saputri
Jurnal Warta Desa (JWD) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Warta Desa (JWD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jwd.v5i2.233

Abstract

TPA cadres' understanding toward the role of Quran literacy, Living Values Education Program (LVEP), business & economy and literacy digitization in stunting handling is still inadequate. Strengthening their literacy in handling stunting is needed to prevent stunting problems in the TPA environment. This community service activities aim to increase the understanding of TPA cadres pertainin the Quran literacy, LVEP, business, economics, and digitalization as one of the programs to strengthen community literacy in stunting control. The main activity of the workshop is in the form of training using the lecture method, question and answer, and discussion. The community service activities are carried out through three stages, namely preparation, implementation, and evaluation. The participation and enthusiasm of the TPA cadres in the activity was very good, the partner group contributed actively in the workshops on strengthening community character and literacy in handling stunting through village digitization in the Guwosari sub-district.
Nilai–Nilai Pendidikan Karakter dalam Film Doraemon Serta Relevansinya dengan Psikologi Perkembangan Anak Usia Sekolah Dasar Eni Widi Astuti; Ni'mah Afifah; Kana Safrina Rouzi
Indonesian Journal of Elementary Education and Teaching Innovation Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijeeti.2022.1(1).9-25

Abstract

Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai karakter dalam film kartun Doraemon dan untuk mengetahui relevansi nilai-nilai karakter dalam film kartun Doraemon terhadap psikologi perkembangan anak usia Sekolah Dasar.Jenis penelitian ini adalah termasuk jenis penelitian kualitatif. Pengumpulan data dalam dalam penelitian ini adalah dokumentasi meliputi data primer yakni isi film kartun Doraemon dan data sekunder yakni hasil tulisan yang membahas tentang film kartun Doraemon baik berupa buku maupun jurnal dan artikel. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis isi, yaitu analisis isi pesan dan metode pengolahan pesan, atau alat untuk mengamati dan menganalisis isi perilaku komunikasi terbuka komunikator yang dipilih. Berdasarkan hasil penelitian, nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam film Doraemon mengandung penerapan nilai-nilai pendidikan karakter yang digambarkan oleh hampir semua tokoh yang berada di film kartun doraemon. Nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat pada film kartun doraemon yaitu antara lain : 1) Nilai peduli sosial, nilai rasa ingin tahu, nilai peduli lingkungan, nilai kreatif, nilai tanggungjawab, dan nilai menghargai prestasi. 2) Nilai-nilai karakter dalam film kartun Doraemon relevan diterapkan dalam pendidikan di Sekolah Dasar  karena pengimplikasiannya dalam pendidikan sering dilakukan oleh guru dalam Kegiatan Belajar Mengajar seperti halnya : meningkatkan kreatifitas di kelas, selalu ingin mempelajari tentang hal baru yang ditemui, mempertanggung jawabkan segala perbuatan dan keputusan yang telah diambil, tidak mudah bergantung dengan orang lain, mengajarkan kebersamaan dan kepedulian dalam diskusi/kerja kelompok, mengajarkan untuk saling menjaga lingkungan sekitar, menghormati dan menghargai orang lain.Kata kunci : Nilai-Nilai karakter, Film Doraemon, Anak Usia Sekolah Dasar
The Role of The Leadership of Ma’had Al-Buus Al-Islamiah in The Development of The Islamic Generation in Yala, Southern Thailand Muhammadnur Kora; Ahmad Salim; Kana Safrina Rouzi; Ahmad Syamsul Arifin; Aida Hayani
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 19 No 1 (2024)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/tjpi.v19i1.11043

Abstract

The function of educational institutions has occasionally been crucial, particularly in the development of the younger generation to be more qualified. Through the educational institutions of the practitioners, the younger generation is formed, among other things. The purpose of this study is to find out how the role of the leader of Ma’had Al-Buuss Al-Islamiah in Islamic Generation Building in Raman Yala, and what is the leadership's biggest challenge? This research is a qualitative study that is used to analyse phenomena, beliefs, and the way that both individuals and groups of people think. Primary data types, which can be examined and acquired on-site, are used in research. Ways for gathering data, including documentation, interviews, and observation. Data analysis through data reduction, data display, and inference. Data approval using source triangulation techniques. This investigation found that the role of Master Haji Muhammad Ramli Kora was very influential in the education institutions and the public in particular in the district of Raman Province of Yala.
Analysis of harsh parenting practices: An islamic and psychological perspective Dimas Fahrudin; Rofichatus Solihah; Riska Dwi Agustina; Hermawati, Triana; Kana Safrina Rouzi; Azlan Shaiful Baharum
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 4 No. 1 Februari 2025: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v4i1.427

Abstract

The education process in childhood is one of the important prhase in the human’s growth and character development. This education process is usually conducted by parents as the main educators and also by teachers as educators in school institutions. Children who receive a good education will usually grow up with good behavior, while children who receive bad education will usually produce bad behavior. One of the bad methods in educating children is violent education. Starting from verbal violence in the form of insults, ridicule, gaslighting, belittling, to physical violence. The cause of violence behavior from educators (parents or teachers) to children can be many things, such as culture, psychological conditions of educators, or lack of insight and awareness from educators. According to psychology experts, violence behavior in educating children will actually have a negative impact on the child's mental condition and academic achievement. Not much different, Islamic scholars also warn of the dangers of being violent in educating children, because it will actually produce children with bad characters and traits while the goal of education may not archieved
Model Pembelajaran Berbasis Psikologi Islam: Integrasi Konsep Fitrah, Ta’dib, Tarbiyah, Dan Ta’lim Dalam Pembentukan Kepribadian Islami Umi Maslichah; Kana Safrina Rouzi
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol 2 No 01 (2026): El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merumuskan konstruksi konseptual Model Pembelajaran Berbasis Psikologi Islam melalui integrasi konsep fitrah, ta’dib, tarbiyah, dan ta’lim dalam pembentukan kepribadian Islami. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan model pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga mampu mengembangkan dimensi spiritual, moral, dan emosional peserta didik secara seimbang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kajian pustaka (library research). Data diperoleh dari literatur klasik dan kontemporer yang relevan dengan psikologi Islam dan pendidikan Islam, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dan analisis konseptual untuk menemukan keterkaitan dan integrasi antar konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep fitrah menjadi dasar ontologis potensi manusia yang harus dikembangkan secara terarah. Ta’dib berfungsi membentuk adab dan kesadaran moral, tarbiyah menumbuhkan serta mengembangkan seluruh potensi peserta didik secara bertahap dan berkesinambungan, sedangkan ta’lim berperan dalam proses transmisi ilmu secara sistematis dan penuh hikmah. Integrasi keempat konsep tersebut melahirkan model pembelajaran yang holistik dan transformatif dalam membentuk kepribadian Islami yang seimbang antara akal, qalb, dan perilaku. Dengan demikian, Model Pembelajaran Berbasis Psikologi Islam relevan sebagai alternatif konseptual dalam menjawab tantangan pendidikan modern sekaligus mewujudkan tujuan pendidikan Islam yang berorientasi pada terbentuknya insan kamil.
Membangun Jiwa Tangguh Dan Hati Sabar: Integrasi Konsep Hardiness Dan Sabar Dalam Pembentukan Karakter Islami Hilalludin Hilalludin; Kana Safrina Rouzi
IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam Vol 2 No 01 (2026): Imanu: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam
Publisher : Imanu: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konsep hardiness (ketahanan mental) dalam psikologi modern dan konsep sabar dalam perspektif Islam serta relevansinya dalam pendidikan Islam. Hardiness dipahami sebagai karakteristik kepribadian yang terdiri atas tiga komponen utama, yaitu commitment (komitmen), control (kendali diri), dan challenge (tantangan), yang berperan dalam membantu individu menghadapi tekanan dan perubahan hidup secara adaptif. Sementara itu, sabar dalam Islam merupakan kekuatan spiritual yang menekankan keteguhan hati, pengendalian diri, dan keyakinan kepada Allah Swt. dalam menghadapi ujian kehidupan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka (library research) melalui analisis terhadap sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat titik temu yang signifikan antara hardiness dan sabar, khususnya dalam aspek pengendalian diri, keteguhan menghadapi kesulitan, serta orientasi makna dalam menghadapi ujian. Integrasi keduanya dalam pendidikan Islam dapat membentuk karakter peserta didik yang tangguh secara mental, matang secara emosional, dan kuat secara spiritual. Dengan demikian, sinergi antara hardiness dan sabar menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang resilien, berakhlak, dan berorientasi pada nilai-nilai ilahiah di tengah tantangan kehidupan modern.
Rahasia Kesehatan Mental Dalam Islam: Ketika Syukur Menjadi Pilar Kesejahteraan Psikologis Muhammad Mustakfibillah; Kana Safrina Rouzi
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 01 (2026): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kesejahteraan psikologis dan syukur dalam perspektif psikologi modern dan psikologi Islam. Kesejahteraan psikologis dipahami sebagai kondisi optimal individu yang mencakup penerimaan diri, relasi positif, otonomi, penguasaan lingkungan, tujuan hidup, dan pertumbuhan pribadi sebagaimana dikemukakan oleh Carol D. Ryff. Sementara itu, syukur dalam psikologi positif, sebagaimana diteliti oleh Robert A. Emmons dan Michael E. McCullough, terbukti meningkatkan emosi positif, menurunkan stres, dan memperkuat regulasi emosi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), dengan menganalisis literatur psikologi modern dan literatur psikologi Islam klasik maupun kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam perspektif Islam, syukur memiliki tiga dimensi utama, yaitu kognitif (kesadaran akan nikmat Allah), afektif (perasaan ridha dan bahagia), dan behavioral (penggunaan nikmat dalam amal saleh). Ketiga dimensi tersebut berkontribusi terhadap terciptanya ketenangan batin (ithmi’nān), rasa cukup (qanā‘ah), stabilitas emosi, makna hidup, serta hubungan sosial yang sehat. Dengan demikian, syukur berfungsi sebagai mekanisme psikologis dan spiritual yang memperkuat kesejahteraan psikologis secara holistik. Integrasi antara konsep kesejahteraan psikologis dan syukur dalam kerangka psikologi Islam menunjukkan bahwa kesehatan mental tidak hanya bersifat psikologis, tetapi juga berakar pada keselarasan antara hati, pikiran, perilaku, dan hubungan dengan Allah.
Literasi Digital Dan Nilai Islam: Integrasi Etika Keislaman dalam Membangun Masyarakat Informasi yang Beradab Mita Okta Viyani; Kana Safrina Rouzi
An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education Vol 2 No 01 (2026): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal of Islamic Technology and Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Integrasi literasi digital dan nilai-nilai etika Islam sebagai upaya membangun masyarakat informasi yang beradab. Era digital membawa kemudahan akses dan distribusi informasi, namun juga menimbulkan problem etika, termasuk maraknya informasi tidak terverifikasi, konten provokatif, dan polarisasi sosial. Literasi digital yang berkembang selama ini lebih menekankan kemampuan teknis, sehingga individu belum sepenuhnya mampu mengelola informasi secara kritis dan bertanggung jawab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan (library research), menganalisis literatur terkait literasi digital, etika informasi, dan nilai-nilai Islam. Analisis dilakukan melalui pendekatan deskriptif-analitis untuk mengidentifikasi problem etika bermedia, relevansi etika Islam, dan model integrasi keduanya dalam konteks masyarakat informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi literasi digital dan etika Islam mampu membentuk individu yang cakap secara teknologi sekaligus bermoral, reflektif, dan bertanggung jawab. Nilai-nilai kejujuran, kehati-hatian, adab komunikasi, dan tanggung jawab sosial menjadi fondasi yang mengarahkan praktik literasi digital agar selaras dengan kemaslahatan sosial. Integrasi ini juga menumbuhkan kontrol diri dalam menghadapi arus informasi yang cepat dan kompleks. Dengan demikian, literasi digital berbasis etika Islam tidak hanya meningkatkan kemampuan teknologi informasi, tetapi juga memperkuat keadaban, harmoni sosial, dan kesadaran moral masyarakat. Artikel ini menekankan pentingnya penerapan nilai Islam sebagai pedoman praktis dalam membentuk masyarakat informasi yang cerdas, beradab, dan berorientasi pada kebaikan bersama.
Penilaian dalam Perspektif Islam: Menghidupkan Taqwim dan Muhasabah dalam Proses Pendidikan Adel Vieka Octamiana; Kana Safrina Rouzi
Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 2 No 01 (2026): AR RUHUL ILMI: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan sistem evaluasi pendidikan modern yang cenderung menitikberatkan pada aspek kognitif menimbulkan kebutuhan akan pendekatan penilaian yang lebih holistik dan bernilai spiritual dalam pendidikan Islam. Dalam konteks ini, konsep taqwim (evaluasi) dan muhasabah (introspeksi diri) menjadi fondasi penting dalam membangun sistem penilaian yang tidak hanya mengukur hasil belajar, tetapi juga membentuk karakter dan kesadaran spiritual peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menganalisis literatur terkait konsep evaluasi dalam perspektif Islam, landasan filosofis dan teologis penilaian, serta aspek-aspek penilaian holistik dalam pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa taqwim dalam pendidikan Islam merupakan proses sistematis untuk menilai perkembangan peserta didik secara menyeluruh, sedangkan muhasabah memperkuat dimensi reflektif dan spiritual dalam proses evaluasi. Penilaian dalam perspektif Islam berlandaskan pada prinsip ontologis, epistemologis, dan aksiologis yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis, sehingga menekankan tanggung jawab moral, keadilan, dan perbaikan diri. Selain itu, penilaian tidak hanya mencakup aspek kognitif, tetapi juga meliputi dimensi afektif, psikomotorik, akhlak, dan spiritual melalui pendekatan holistik dan berkelanjutan. Dengan demikian, penilaian dalam perspektif Islam tidak sekadar berfungsi sebagai alat ukur keberhasilan akademik, tetapi juga sebagai sarana pembinaan akhlak, penguatan spiritualitas, dan pembentukan manusia beriman yang mampu melakukan perbaikan diri secara terus-menerus.