Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana transformasi digital dalam manajemen sumber daya manusia mengadaptasi prinsip Teori Manajemen Klasik ke dalam praktik Manajemen SDM Digital dan Praktik SDM Digital kontemporer. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan kerangka kerja PRISMA, menggunakan bantuan aplikasi Watase UAKE yang terhubung dengan basis data Scopus Q1–Q4 periode 2020–2025. Dari 90 artikel awal, proses seleksi berlapis menghasilkan sembilan studi yang paling relevan untuk dianalisis secara mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital seperti artificial intelligence, big data, cloud computing, Internet of Things, mobile computing, otomatisasi, dan data mining mendorong pergeseran fungsi HR dari administratif menjadi mitra strategis yang efisien, inovatif, dan berkontribusi pada Sustainable HRM. Namun, literatur juga mengungkap sisi gelap digitalisasi, antara lain risiko bias algoritmik, isu privasi dan keamanan data, ketimpangan gender, polarisasi pekerjaan, serta potensi dehumanisasi peran HR. Temuan ini menegaskan pentingnya merancang strategi dan praktik SDM digital yang human-centric, etis, dan berkeadilan, sekaligus menunjukkan perlunya penelitian empiris lanjutan lintas konteks organisasi dan sektor industri guna menguji, memperkaya, dan memvalidasi sintesis konseptual yang dihasilkan serta mendukung perumusan kebijakan dan intervensi manajerial yang lebih tepat.