Kepemimpinan dalam organisasi kepemudaan memegang posisi penting dalam proses pembentukan kapasitas generasi muda, khususnya pada struktur paling dasar seperti tingkat ranting desa. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) sebagai badan kaderisasi pelajar di bawah naungan Nahdlatul Ulama diharapkan mampu mencetak kader yang memiliki kompetensi kepemimpinan, komunikasi, serta kemampuan manajerial yang memadai. Akan tetapi, kondisi empiris di tingkat ranting menunjukkan bahwa pemahaman mengenai kepemimpinan, rasa percaya diri, dan kecakapan dalam mengelola organisasi masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi awal kapasitas kader, mengkaji proses implementasi pelatihan leadership dasar, serta menelaah peningkatan kapasitas kader IPNU–IPPNU Ranting Desa Joho Kecamatan Semen Kabupaten Kediri setelah pelaksanaan pelatihan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain action research. Partisipan penelitian berjumlah 45 kader yang mengikuti kegiatan pelatihan leadership dasar. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, disertai triangulasi sumber guna memastikan keabsahan temuan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebelum pelatihan dilaksanakan, kapasitas kader berada pada tingkat rendah hingga menengah dalam aspek pemahaman kepemimpinan, keterampilan komunikasi, dan manajemen organisasi. Setelah mengikuti pelatihan yang memuat materi self-leadership, komunikasi efektif, manajemen organisasi, dan pemecahan masalah melalui metode ceramah interaktif, diskusi, simulasi, serta role play, terjadi peningkatan yang signifikan pada ranah pengetahuan, sikap, dan keterampilan kader. Indikator peningkatan tersebut tercermin dari bertambahnya partisipasi aktif dalam forum organisasi, kemampuan menyusun program kerja secara lebih terstruktur, serta berkembangnya tanggung jawab dan semangat kolaboratif antaranggota. Dengan demikian, pelatihan leadership dasar terbukti efektif sebagai strategi intervensi dalam meningkatkan kapasitas kader di tingkat ranting dan memberikan kontribusi terhadap penguatan dinamika organisasi kepemudaan berbasis komunitas. Penelitian ini merekomendasikan penyelenggaraan pelatihan secara berkelanjutan disertai evaluasi jangka panjang guna menjaga konsistensi dampak, serta membuka ruang bagi penelitian lanjutan dengan pendekatan longitudinal dan cakupan wilayah yang lebih luas.