Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Identifikasi Waste Pada Proses Double Saw Dalam Produksi Plywood Dengan Pendekatan Lean Manufacturing: Analisis Hambatan Amrullah, Ezar; Darma, Dany
JERA : Journal of Engineering Research and Application Vol 5 No 1 (2026): JERA : Journal of Engineering Research and Application
Publisher : Fakultas Teknik dan Rekayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/6fqmj115

Abstract

Penelitian ini menganggap pemborosan (waste) dalam proses double saw produksi plywood di Indonesia merupakan isu yang krusial yang berdampak pada efisiensi, biaya, dan keberlanjutan. Fokus penelitian tidak terbatas pada identifikasi jenis waste, tetapi juga pada analisis hambatan implementasi lean manufacturing menggunakan integrasi metode AHP-SAW. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi jenis waste dominan pada proses pemotongan plywood serta mengkaji hambatan yang menghalangi penerapan lean manufacturing di PT. XYZ, Jawa Tengah. Data penelitian dikumpulkan dengan metode observasi dan kuesioner kepada para pakar. Metode Borda dimanfaatkan untuk menentukan prioritas waste, sedangkan integrasi AHP-SAW dikembangkan untuk menentukan hambatan implementasi lean manufacturing berdasarkan lima kriteria kinerja (biaya, kualitas, waktu, fleksibilitas, dan inventory). Penelitian ini menunjukkan 3 waste dominan, yaitu waiting, inappropriate processing, dan defects. Hambatan utama implementasi lean mencakup aspek lemahnya komitmen manajemen, sistem evaluasi kinerja yang tidak memadai, keterbatasan fasilitas, resistensi pekerja, dan keterbatasan finansial. Penelitian ini menekankan pentingnya perbaikan waktu setup mesin, penguatan komitmen manajemen, serta peningkatan keterampilan pekerja. Implikasi praktisnya adalah diperlukan usaha proaktif yang mencakup aspek struktural, relasional, dan teknologi untuk memastikan keberhasilan implementasi lean manufacturing. Keberhasilan implementasi lean tidak hanya bergantung pada eliminasi waste, tetapi juga pada kemampuan organisasi untuk mengatasi hambatan struktural, relasional, dan teknologi.