Karena gangguan struktural memiliki periode pemulihan antara tiga hingga tujuh jam, pemeliharaan menjadi masalah selama fase olahraga dari kompetensi. Pemain terkena rangsangan latihan tambahan sepenuhnya yang mengarah pada pengembangan dan akumulasi kelelahan, dengan durasi sekitar 72 jam antara pertandingan dan sesi latihan. Permasalahan ini didasari dengan Tingkat kelelahan yang sangat penting untuk diatasi ini harus ditangani dengan metode Recovery. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Recovery Aktif Terhadap Hasil Kebugaran Jasmani Atlet Bola Voli di Bina Muda Kiansantang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Eksperimen. Penelitian ini menggunakan salah satu jenis penelitian eksperimen yaitu eksperimen preaksperimen (Preexperimental Design) dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest Design (Ali Maksum, 2012). Berdasarkan hasil uji hipotesis diketahui rata-rata pre-test 2,00 setelah diberikan treatment recovery aktif, nilai post-test 3,00 sehingga diketahui peningkatannya sebesar 1,00. Selanjutnya berdasarkan uji hipotesis diperoleh nilai t-hitung 10,06. Nilai t-tabel dengan df 18 pada taraf signifikan 5% adalah 1,73. Oleh karena itu t-hitung > t-tabel (10,06 > 1,73) dan nilai signifikansinya lebih kecil daripada 0,05 (0,00 < 0,05) sehingga dapat dinyatakan terdapat hubungan yang signifikan terhadap hasil kebugaran jasmani dengan diberikan recovery aktif, deskripsi pengujian hasil penelitian, dan pembahasan, dapat diambil kesimpulan telah terbukti bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara sebelum diberikannya perlakuan dengan sesudah diberikannya perlakuan dalam hasil kebugaran jasmani pada atlet bola voli di Bina Muda Kiansantang.