p-Index From 2021 - 2026
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal PESHUM
Magdalena Yuliani Nona Afni
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Problematika HIV/AIDS dalam Perspektif Iman Kristiani: Mencari Solusi Tanpa Diskriminasi Dua Raga, Brigitha Viviana; Magdalena Yuliani Nona Afni
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14482

Abstract

HIV/AIDS merupakan permasalahan kesehatan global yang tidak hanya berdampak pada aspek fisik, tetapi juga memunculkan persoalan sosial, etika, dan moral berupa stigma dan diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika HIV/AIDS dalam perspektif iman Kristiani serta merumuskan solusi yang berlandaskan kasih tanpa diskriminasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-analitis untuk mengukur pemahaman iman Kristiani, pengetahuan tentang HIV/AIDS, serta sikap umat Kristiani terhadap ODHA. Hasil kajian menunjukkan bahwa stigma dan diskriminasi masih menjadi hambatan utama dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, baik dalam masyarakat maupun komunitas religius. Dalam perspektif iman Kristiani, setiap manusia memiliki martabat yang sama sebagai ciptaan Allah dan layak mendapatkan perlakuan yang adil, penuh kasih, dan tanpa penghakiman. Teladan Yesus Kristus yang menunjukkan belas kasih kepada mereka yang terpinggirkan menjadi dasar teologis dalam membangun sikap inklusif terhadap ODHA. Oleh karena itu, solusi tanpa diskriminasi perlu diwujudkan melalui edukasi yang benar, pelayanan pastoral, dukungan sosial, serta kolaborasi antara gereja, tenaga medis, dan masyarakat guna menciptakan lingkungan yang menerima, mendukung, dan memulihkan kehidupan ODHA secara holistic.
Kebudayaan Spiritual Dan Kebudayaan Nasional Dua Raga, Brigitha Viviana; Magdalena Yuliani Nona Afni
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14483

Abstract

Penelitian ini membahas hubungan antara kebudayaan spiritual dan kebudayaan nasional sebagai dua unsur penting dalam pembentukan identitas dan karakter bangsa. Kajian ini bertujuan untuk memahami peran nilai-nilai spiritual dalam memperkuat kebudayaan nasional di tengah perubahan sosial dan pengaruh globalisasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-interpretatif melalui studi pustaka terhadap berbagai sumber ilmiah, dokumen kebudayaan, dan teks historis yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebudayaan spiritual berfungsi sebagai landasan etis, simbolik, dan filosofis yang menjiwai praktik kebudayaan nasional serta menjaga keberlanjutan nilai-nilai luhur bangsa. Dengan demikian, integrasi kebudayaan spiritual dalam pengembangan kebudayaan nasional menjadi penting untuk memperkuat identitas kolektif dan membangun ketahanan budaya dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Penggunaan Sound System dan Problem Moral Sosial Dua Raga, Brigitha Viviana; Magdalena Yuliani Nona Afni
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14485

Abstract

Penggunaan sound system dalam berbagai aktivitas sosial, keagamaan, dan hiburan telah menjadi fenomena yang semakin masif di tengah masyarakat. Di satu sisi, sound system berfungsi sebagai media komunikasi dan sarana ekspresi budaya yang memperkuat interaksi sosial. Namun, di sisi lain, penggunaan yang tidak terkontrol sering menimbulkan problem moral dan sosial, seperti gangguan kenyamanan, konflik antarwarga, menurunnya sikap saling menghargai, serta melemahnya kesadaran etika ruang publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan sound system dalam perspektif moral sosial serta mengidentifikasi dampaknya terhadap harmoni kehidupan masyarakat. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif-analitis melalui studi literatur dan pengamatan fenomena sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa problem moral sosial yang muncul tidak hanya disebabkan oleh aspek teknis penggunaan sound system, tetapi juga oleh rendahnya kesadaran etis, lemahnya kontrol sosial, dan minimnya pemahaman terhadap nilai-nilai toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi moral, penguatan regulasi sosial, serta peran aktif tokoh masyarakat dan pemerintah dalam mengelola penggunaan sound system secara bijak agar tidak menimbulkan konflik dan tetap sejalan dengan nilai-nilai moral sosial.
Analisis Masalah Bioetika Terkait Tindakan Aborsi Terhadap Ibu Hamil Yang Mengidap Penyakit Menular Dan Infeksi Dalam Perspektif Thomas Aquinas Tentang Etika, Kebebasan Dan Otonomi Personal Dua Raga, Brigitha Viviana; Magdalena Yuliani Nona Afni
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14486

Abstract

Penelitian ini menganalisis permasalahan bioetika yang berkaitan dengan tindakan aborsi pada ibu hamil yang mengidap penyakit menular dan infeksi, dengan menggunakan perspektif pemikiran Thomas Aquinas mengenai etika, kebebasan, dan otonomi personal. Fokus kajian diarahkan pada dilema moral antara perlindungan hak hidup janin dan hak ibu atas keselamatan, kesehatan, serta kebebasan dalam mengambil keputusan medis. Dalam kerangka etika Thomistik, tindakan manusia dinilai berdasarkan tujuan moral, hukum kodrat, dan tanggung jawab rasional, sehingga keputusan aborsi tidak hanya dipahami sebagai persoalan medis, tetapi juga sebagai persoalan moral yang kompleks. Analisis ini menunjukkan bahwa kebebasan dan otonomi personal menurut Thomas Aquinas tidak bersifat absolut, melainkan terikat pada nilai kebaikan bersama dan hukum moral objektif. Oleh karena itu, tindakan aborsi dalam konteks penyakit menular dan infeksi harus dipertimbangkan secara hati-hati dengan mempertimbangkan prinsip proporsionalitas, niat moral, serta dampak etis terhadap ibu, janin, dan masyarakat secara luas.