Meskipun BPJS Kesehatan dirancang untuk memberikan akses layanan kesehatan yang terjangkau dan setara bagi seluruh masyarakat Indonesia, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan serius. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk ketimpangan dalam pelayanan BPJS, terutama terkait diskriminasi layanan, ketimpangan fasilitas, dan rendahnya efektivitas sistem. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui telaah terhadap jurnal ilmiah, buku, laporan kebijakan, serta artikel media terpercaya yang relevan dengan topik. Hasil kajian menunjukkan lima isu utama: diskriminasi terhadap peserta BPJS di fasilitas kesehatan, ketimpangan infrastruktur antara wilayah perkotaan dan pedesaan, eksklusi digital dalam layanan daring, rendahnya efektivitas dan efisiensi pelayanan, serta lemahnya manajemen dan keterlibatan tenaga kesehatan. Temuan ini menunjukkan bahwa prinsip-prinsip pelayanan publik seperti keadilan, transparansi, akuntabilitas, dan kesetaraan belum sepenuhnya terimplementasi. Oleh karena itu, diperlukan reformasi kebijakan yang menyeluruh, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pemerataan infrastruktur untuk mewujudkan layanan BPJS yang adil, inklusif, dan berkualitas.