Konflik antara nelayan modern dan nelayan tradisonal merupakan permasalahan sosial-ekonomi yang bersifat kompleks dan masih sering terjadi di berbagai kawasan pesisir. Perbedaan dalam hal penggunaan alat tangkap, skala usaha, serta tingkat akses terhadap sumber daya laut menjadi factor utama yang memicu terjadinya ketegangan antar kelompok nelayan. Kehadiran nelayan modern dengan peralatan berteknologi tinggi sering kali mendominasi wilayah tangkap, sehingga menimbulkan kerugian bagi nelayan tradisional yang masih mengandalkan peralatan sederhana. Dampak konflik ini tidak hanya dirasakan oleh para nelayan secara langsung, tetapi juga berimbas pada kondisi sosial dan ekonomi masyarakat pesisir secara umum. Dari sisi ekonomi, nelayan tradisional menghadap penurunan hasil tangkapan, berkurangnya pendapatan, serta meningkatnya ketergantungan tengkulak. Sementara dari sosial, konflik ini menyebabkan menurunnya rasa solidaritas, munculnya kecurigaan antar kelompok, dan perpecahan dalam komunitas nelayan