p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ulil Albab
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pernikahan Gen Z dalam Membangun Keluarga Sejahtera Perspektif Islam Yunida’Afah, Nasywa; Mansyur, Syafi’in
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 3: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i3.14170

Abstract

Dalam Islam, pernikahan dianggap sebagai suatu ikatan yang suci, ditujukan untuk beribadah kepada Allah, namun juga mencakup nilai-nilai agama, moral, dan sosial. Pernikahan dianggap sah ketika memenuhi rukun dan syarat yang telah ditentukan. Terdapat lima kategori hukum dalam perkawinan, yaitu wajib, sunnah, makruh, mubah, dan haram. Penelitian ini bertujuan untuk membahas pernikahan dan menyiratkan kesucian yang dijalani oleh pria dan wanita yang ingin melangsungkan hubungan yang halal, serta menyempurnakan sebagian dari iman mereka. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah kualitatif dengan pendekatan tinjauan pustaka, yang mengkaji berbagai sumber seperti buku, majalah, artikel baik offline maupun online, serta jurnal terbaru. Semua data yang diperoleh dari bacaan ini kemudian disajikan dalam bentuk deskriptif dan kualitatif. Temuan dari penelitian ini mengungkapkan persoalan mengenai pernikahan dalam Islam yang bertujuan membangun keluarga yang harmonis, yaitu sakinah, mawaddah, dan rahmah. Salah satu petunjuk dari Allah dalam syariat Islam adalah perintah untuk menikah dan larangan terhadap perzinahan. Islam menyediakan panduan yang jelas tentang tata cara atau proses pernikahan yang berlandaskan Al-Quran dan Hadis yang sahih. Oleh sebab itu, dalam jurnal ini, penulis menyelami pengertian nikah, dasar hukum, syarat, rukun, serta hikmah yang terkandung dalam disyariatkannya pernikahan.   Kata kunci: Pengertian Nikah, Hukum, Syarat, Rukun dan Hikmah Pernikahan.
Keistimewaan Surat Al-Fatihah dalam Tafsir Syekh Nawawi Al-Bantani Agustina, Vira; Mansyur, Syafi’in
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 3: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i3.14171

Abstract

Studi ini menganalisis keistimewaan surat Al-Fatihah berdasarkan interpretasi Syekh Muhamad Nawawi al-Bantani yang terdapat dalam karyanya yang sangat berpengaruh, Marah Labid li kashf Ma’na al-Quran al-majid. Kajian utama dalam penelitian ini terfokus pada aspek keutamaan, struktur makna, nilai n teologis, serta dimensi spiritual yang dijelaskan oleh Syekh Nawawi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan kepustakaan, di mana kitab Marah Labid menjadi sumber utama, sedangkan sumber tambahan meliputi literatur tafsir klasik dan modern yang relevan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Syekh Nawawi menjadikan surat Al-Fatihah sebagai umm al-kitab yang mengandung inti dari ajaran Islam: tauhid, ibadah, doa, dan moralitas. Tafsir beliau menonjolkan keseimbangan antara dimensi lahir dan batin, serta antara pemahaman tekstual dan pengalaman spiritual. Keistimewaan tafsir Al-Fatihah menurut Syekh Nawawi terletak pada kemampuannya menjalin hubungan antara tradisi tafsir klasik Timur Tengah dan konteks religius masyarakat Nusantara.
Menguak Manfaat Puasa pada Spiritual dan Fisik dalam Perspektif Sains dan Teknologi Nanang, Nanang; Mansyur, Syafi’in
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 3: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i3.15869

Abstract

Puasa merupakan praktik yang dikenal dalam berbagai tradisi keagamaan seperti Islam, Kristen, Yahudi, Hindu, dan Buddha. Selain sebagai bagian dari ritual spiritual, puasa diyakini membawa manfaat bagi kesehatan tubuh dan jiwa. Dalam perkembangan ilmu pengetahuan modern, puasa semakin dipahami melalui kajian ilmiah yang menunjukkan pengaruhnya terhadap metabolisme dan fungsi tubuh. Dari sisi spiritual, puasa melatih pengendalian diri, meningkatkan kesadaran batin, serta memperkuat hubungan seseorang dengan Tuhan. Proses menahan keinginan biologis membantu membentuk kesabaran, keikhlasan, dan pengendalian emosi. Kombinasi manfaat fisik dan spiritual tersebut menjadikan puasa sebagai praktik holistik yang membentuk kesehatan serta karakter secara menyeluruh.