Literasi dan numerasi merupakan kompetensi dasar yang sangat penting bagi peserta didik dalam menghadapi tantangan abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan literasi numerasi siswa di SMAN 5 Mataram dan mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, dan siswa. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan literasi numerasi siswa di SMAN 5 Mataram melalui kebijakan visi dan misi sekolah, penguatan budaya literasi, pojok baca, pembelajaran berbasis konseptual, pemanfaatan teknologi digital, dan integrasi numerasi di semua mata pelajaran. Faktor pendukung termasuk kolaborasi antara kepala sekolah dan guru, sarana yang memadai, serta keberadaan jurnal Gerakan Literasi Sekolah (GLS), sementara faktor penghambat utama adalah rendahnya minat baca siswa, keterbatasan buku nonfiksi, dan keterbatasan dana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi kepemimpinan kepala sekolah memainkan peran penting dalam peningkatan literasi numerasi di SMAN 5 Mataram