Latar belakang penelitian ini berdasarkan dari kenyataan bahwa sebagian anak masih mengalami kesulitan dalam mengkoordinasikan gerakan tangan dan jari saat melakukan aktivitas yang membutuhkan motorik halus seperti menggunting, menempel, maupun manipulasi objek kecil. Kegiatan kolase dengan bahan alam dipilih karena dinilai mampu memberikan stimulasi sensorik dan koordinasi mata dan tangan yang efektif sekaligus menumbuhkan kreativitas anak. Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup dua hal, yaitu: (1) bagaimana upaya guru dalam menumbuhkan keterampilan motorik halus melalui kegiatan kolase dari bahan alam pada anak kelompok A, dan (2) apa saja hambatan dan solusi upaya guru dalam menumbuhkan keterampilan motorik halus melalui kegiatan kolase dari bahan alam pada anak kelompok A. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan upaya guru dalam menumbuhkan keterampilan motorik halus melalui kegiatan kolase dari bahan alam pada anak kelompok A, sekaligus mendeskripsikan hambatan yang muncul serta solusi yang diterapkan untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data primer meliputi guru sentra bahan alam dan siswa kelompok A, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari profil sekolah dan berbagai dokumen pendukung. Analisi data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melakukan upaya sistematis dalam menumbuhkan motorik halus anak melalui kegiatan kolase. Upaya tersebut mencakup penyusunan RPPM, pemilihan bahan alam yang aman dan variatif, serta penyediaan alat yang sesuai kemampuan anak. Guru juga memberikan pendampingan, contoh langkah kerja, dan penguatan positif. Hambatan yang muncul meliputi perbedaan kemampuan motorik, kurangnya konsentrasi, dan kesulitan koordinasi jari. Solusi dilakukan melalui pendampingan intensif, pemberian contoh bertahap, pengaturan waktu, serta penggunaan bahan yang lebih mudah digunakan. Dengan strategi tersebut, kegiatan kolase menjadi cara yang tepat dalam menstimulasi perkembangan keterampilan motorik halus anak kelompok A di RA Muslimat NU Pakisputih.