Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KEBERADAAN MIKROPLASTIK PADA BADAN AIR DI DAERAH BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI PERAIRAN PANTAI BONE-BONE KOTA BAU-BAU SULAWESI TENGGARA Wati, Meisinta; Kasim, Ma’ruf; Ishak, Ermayanti
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 8 No 1 (2026): AQUANIPA - Jurnal Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mikroplastik merupakan partikel plastik yang berukuran sangat kecil, kurang dari 5 mm, dan berasal dari berbagai sumber, seperti degradasi sampah plastik besar, produk kosmetik, limbah tekstil, hingga industri. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui bentuk dan kelimpahan mikroplastik pada badan air di daerah budidaya rumput laut. Lokasi penelitian di Perairan Pantai Lakeba, Kelurahan Bone-Bone, Kota Bau bau, Provinsi Sulawesi Tenggara, dilakukan pada bulan November 2024. Hasil identifikasi mikropastik yang ditemukan ada tiga bentuk di antaranya, yaitu fiber, film, dan fragmen. Hasil kelimpahan mikroplastik pada badan air di daerah budidaya rumput laut menunjukkan bahwa bentuk mikroplastik yang paling banyak ditemukan di keempat stasiun pengamatan yaitu bentuk fiber. Kelimpahan fiber secara konsisten lebih tinggi dibandingkan bentuk film dan fragmen, Nilai rata-rata kelimpahan mikroplastik tertinggi yaitu bentuk fiber dengan nilai 2,23 partikel/l diikuti film 0,86 partikel/l, terendah yaitu bentuk fragmen 0,75 partikel/l Hasil presentase kelimpahan mikroplastik pada badan air di daerah budidaya rumput laut yaitu bentuk fiber 58%, film 22% dan fragmen 20%. Hasil uji korelasi person antara kelimpahan mikroplastik dan faktor lingkungan didapatkan nilai korelasi (r) di antaranya nilai korelasi suhu 0,02 dengan tingkat korelasi lemah, arus -0,26 dengan tingkat korelasi sedang dan salinita 0 (tidak ada korelasi). Hasil kelimpahan mikroplastik pada badan air di daerah budidaya rumput laut menunjukkan bahwa bentuk mikroplastik yang dominan ditemukan di keempat stasiun pengamatan yaitu bentuk fiber. Secara konsisten kelimpahan fiber lebih tinggi dibandingkan bentuk film dan fragmen.