Perkembangan pendidikan abad ke-21 menuntut strategi pembelajaran sejarah yang menggeser praktik konvensional menuju pembelajaran berpusat pada peserta didik, penguatan keterampilan berpikir historis, serta integrasi teknologi digital dan literasi sumber. Artikel ini bertujuan mengidentifikasi, membandingkan, dan menganalisis strategi pembelajaran sejarah yang dibahas dalam jurnal ilmiah nasional. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka sistematis (systematic literature review) terhadap studi-studi relevan. Hasil kajian menunjukkan konsistensi temuan bahwa model pembelajaran inovatif seperti problem-based learning, project-based learning, diskusi analitis, serta pemanfaatan arsip dan sumber daring berkontribusi pada peningkatan kemampuan analisis, interpretasi sumber, argumentasi historis, dan literasi digital siswa. Namun, implementasi masih dibatasi oleh kompetensi digital guru dan keterbatasan kemampuan evaluasi sumber oleh peserta didik. Implikasi praktisnya meliputi kebutuhan pelatihan guru, penyediaan infrastruktur digital, serta desain pembelajaran yang menekankan literasi sumber dan keterampilan historis