Nurhayati, Riski
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

POTENSI EKSTRAK BUNGA ROSELLA (HIBISCUS SABDARIFFA) SEBAGAI ANTIHIPERGLIKEMIA PADA TIKUS WISTAR HIPERGLIKEMIK: STUDI IN VIVO Akbar, M. Ali; Dahliah, Dahliah; Iskandar, Darariani; Wahyu, Sri; Nurhayati, Riski
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 10, No 1 (2026): JANUARI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMM
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v10i1.37584

Abstract

Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat dan memerlukan pengembangan terapi alternatif berbasis bahan alam. Bunga rosella (Hibiscus sabdariffa) diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi memiliki efek antihiperglikemik. Kebaruan penelitian ini terletak pada evaluasi efektivitas ekstrak etanol bunga rosella dengan variasi dosis terhadap penurunan kadar glukosa darah pada model tikus Wistar hiperglikemik yang diinduksi streptozotocin. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi ekstrak etanol bunga rosella sebagai agen antihiperglikemik serta menilai pengaruh variasi dosis terhadap penurunan kadar glukosa darah. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimental laboratoris dengan desain pre test–post test control group design menggunakan 30 ekor tikus Wistar jantan hiperglikemik (GDS 200 mg/dL) yang diinduksi streptozotocin (STZ) 50 mg/kgBB dan dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif (Na-CMC 0,5%), kontrol positif (metformin 150 mg/kgBB), serta tiga kelompok perlakuan ekstrak rosella dosis 100, 200, dan 400 mg/kgBB selama 15 hari, dengan pengukuran kadar glukosa darah sewaktu setiap tiga hari dan analisis data menggunakan Paired Sample T-Test, One Way ANOVA, dan Post Hoc Tukey (p0,05). Hasil penelitian menunjukkan seluruh kelompok perlakuan mengalami penurunan kadar glukosa darah yang signifikan (p0,05) dengan mean difference tertinggi pada kelompok P3 (226,83 mg/dL), diikuti P2 (192,50 mg/dL) dan P1 (137,83 mg/dL), serta uji ANOVA menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok sejak hari ke-3 hingga hari ke-15 (p0,05). Uji Post Hoc menunjukkan dosis 400 mg/kgBB memberikan efek penurunan glukosa paling optimal (101,8 ± 4,9 mg/dL) bahkan melampaui kelompok metformin (143,3 ± 6,3 mg/dL). Kesimpulan bahwa ekstrak etanol bunga rosella memiliki efektivitas antihiperglikemik yang bersifat dosis-tergantung pada tikus Wistar hiperglikemik, dengan dosis 400 mg/kgBB menunjukkan efek paling optimal.