Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sintesis Zeolit dari Abu Sekam Padi (OryzaSativa L.) Serta Uji Efektifitasnya Sebagai Material Antiseptik Puspita, Cinde; Rahmawati, Dewi; Yuwanda, Alhara
Journal of Pharmacy and Halal Studies Vol. 1 No. 2 (2024): Journal of Pharmacy and Halal Studies (JPHS)
Publisher : Edu Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70608/7p24pg51

Abstract

Sekam padi diperoleh dari 20% penggilingan padi dan memiliki kandungan Silika sebesar 94-99% dari sekam padi yang diabukan. Zeolit merupakan material berbasis silika dan dikenal sebagai senyawa aluminosilikat, karena terbentuk dari dua komponen utama, yakni AlO4-dan SiO4¬-tetrahedral. Zeolit sintetis diperoleh dengan mereaksikan Natrium Silikat (A) dengan Natrium Aluminat (B) yang kemudian di aging pada suhu 100oC selama 24 jam untuk menghasilkan serbuk Zeolit sintetis yang berwarna putih[1]. Sintesis zeolite akan dibuat dengan tiga variasi rasio campuran yaitu 30A:70B, 50A:50B, 70A:30B dan masing-masing akan dievaluasi karateristiknya. Untuk menguji keberhasilan zeolite sintetis yang dibuat ini sebagai material antiseptic maka akan diujikan kemampuannya dalam mengurangi nilai infeksius Bacteriuria dan Kandiduria yang akan diwakilkan oleh Escherecia coli dan Candida albicans. Hasil yang diperoleh adalah dari ketiga variasi zeolit sintetis yang dibuat memiliki karakteristik yang sama dan memiliki nisbah kurang dari dua atau tipe A. Zeolit sintetis yang dibuat dengan dosis 600 mg memiliki kemampuan sebagai material antiseptic terhadap Eschericia coli 104 dengan mereduksi jumlah koloni hingga 72-79%, begitu juga terhadap Candida albicans 103 mampu mereduksi jumlah koloni C. albicans sebesar 74-80%, nilai ini lebih rendah dibandingkan dengan Attapulgite 600mg dalam mereduksi jumlah koloni yang sama yaitu sebesar 90% untuk bakteriuria dan 94.90% untuk kandiduria. Untuk menyetarakan kemampuannya seperti Attapulgite 600 mg maka zeolit sintetis yang diperoleh dalam penelitian dosis nya dinaikan menjadi 700 mg.