Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH TINGKAT KECEMASAN PASCA TERDIAGNOSIS TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA ORANG DENGAN HIV/AIDS DI KOTA GORONTALO irwan, Irwan; A Budi, Ramli; Muthmainnah, Muthmainnah; Idrus, susilawaty
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 8, No 1 (2026): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v8i1.37516

Abstract

HIV atau Human Immunodeficiency Virus merupakan virus yang dapat menyerang serta menurunkan sistem kekebalan tubuh manusia. Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) memiliki permasalahan komplek salah satu adalah kecemasan. Semakin berat derajat kecemasan pada ODHA akan mengganggu kualitas tidurnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh tingkat kecemasan pasca terdiagnosis terhadap kualitas tidur pada orang dengan HIV/AIDS di Kota Gorontalo. Jenis penelitian survei analitik menggunakan desain Cross Sectional dengan populasi 87 kasus baru HIV/AIDS di Kota Gorontalo yang tercatat bulan Juni 2024 dan sampel 80 penderita HIV/AIDS yang di pilih secara Purposive Sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale dan  Pittsburgh Sleep Quality Index yang teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji Korelasi Spearman dengan nilai α=0,05. Hasil yang didapatkan adalah kecemasan terbanyak dengan kecemasan berat 31 responden (38,8%) dan berdasarkan kualitas tidur responden terbanyak adalah kualitas tidur buruk 44 responden (55,0%). Hasil uji statistik menunjukan ada pengaruh kecemasan dengan kualitas tidur pada ODHA di Kota Gorontalo dengan nilai p value = 0,000 α=0,05. disarankan penerapan intervensi spesifik seperti teknik relaksasi sebelum tidur (misalnya latihan pernapasan dalam dan meditasi ringan), konseling psikologis terkait manajemen stress dan pikiran cemas sebelum tidur, serta pengaturan rutinitas tidur yang konsisten (sleep hygiene).