Inflasi merupakan fenomena ekonomi yang ditandai dengan kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan berkelanjutan, hal ini menyebabkan penurunan daya beli masyarakat serta mengganggu stabilitas ekonomi dan keadilan sosial. Dalam perspektif ekonomi Islam, inflasi tidak sekadar masalah moneter, melainkan ancaman serius terhadap prinsip keadilan (ʿadl), kesejahteraan umat (maṣlaḥah), dan stabilitas sistem keuangan yang berlandaskan syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menggali serta menganalisi startegi penanganinflasi dalam perspekstif ekonomi islam.Penelitian ini bersifat kualitatif dan menggunakan metodeLibrary researchsebagai pendekatan penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa penyebab inflasi terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu natural inflation (faktor alamiah yang tidak dapat dikendalikan manusia) dan human error inflation (kesalahan manusia, seperti korupsi, penyalahgunaan wewenang moneter, pencetakan uang berlebih berbasis riba, serta ekspektasi inflasi). Mekanisme pengendalian dalam sistem keuangan Islam dilakukan melalui kebijakan moneter bebas riba berbasis bagi hasil (profit-loss sharing) dengan instrumen zakat sebagai redistribusi kekayaan, larangan penimbunan harta (iḥtikār), serta pengembangan instrumen syariah seperti sukuk negara dan perbankan syariah yang berorientasi pada sektor riil. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem keuangan Islam menawarkan kerangka pengendalian inflasi yang lebih adil, stabil, dan berkelanjutan dibandingkan sistem konvensional, karena mengintegrasikan nilai-nilai syariah yang menekankan keseimbangan, keadilan, dan kesejahteraan bersama.