Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Akad Tabarru’, Qardh, Rahn dan Wadi'ah: Teori dan Aplikasinya pada Lembaga Keuangan Syariah Royani; Al Hakim, Sofyan; Setiawan, Iwan
Al Mashalih - Journal of Islamic Law Vol. 4 No. 1 (2023): AL-MASHALIH (Journal of Islamic Law)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Husnul Khotimah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59270/mashalih.v4i1.166

Abstract

Kajian ini bermaksud menginterpretasi akad tabarru’, khususnya dalam teori akad qardh, rahn, dan wadi'ah serta implementasinya di Lembaga Keuangan Syariah. Ketiga akad ini termasuk transaksi tabarru’ dengan akad pinjam meminjam. Jika pinjaman ini diberikan tanpa syarat kecuali untuk melunasi pinjaman tersebut setelah jangka waktu tertentu, jenis pinjaman uang ini disebut dengan istilah qardh. Jika pemberi pinjaman mensyaratkan suatu bentuk atau jumlah jaminan tertentu ketika meminjamkan uang, bentuk pinjaman ini disebut Rahn. Ada lagi bentuk pinjaman uang, di mana bertujuan untuk menerima klaim (pengalihan piutang) dari pihak yang lain. Meminjam uang untuk tujuan ini disebut wadiah. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif guna memberikan gambaran tentang data yang telah diperoleh, kemudian diberikan pengertian dan penjelasan untuk mendapatkan gambaran umum secara komprehensif mengenai akad tabarru’ dan aplikasinya pada Lembaga Keuangan Syariah.
Status Hukum Riba dan Bunga Bank Konvensional menurut Pemikiran Ibnu Qayyim Al Jauziyah Mariana, Rani; Al Hakim, Sofyan; Setiawan, Iwan
Al Mashalih - Journal of Islamic Law Vol. 4 No. 2 (2023): AL-MASHALIH (Journal of Islamic Law)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Husnul Khotimah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59270/mashalih.v4i2.167

Abstract

Penelitian berbasis library reseach berfokus mengkaji persoalan klasik, mengenai status hukum Riba dan Bunga Bank perspektif Ibnu Qayyim al-Jauziyyah. Pemikiran ulama kontemporer ini memiliki gagasan dan argumentasi yang bersebrangan dengan yang lainnya, terlebih pada objek kajian hukum yang problematik. Artikel ini konsenrasi pada pemikiran Ibnu Qayyim mengenai hukum Riba di zaman Nabi Muhammad Saw hingga masa Ibnu Qayyim Ajauziyah. Interpetasi term riba pada nash al-Qur’an yang hingga dewasa ini masih debateble di antara para Ulam tafsir dan fiqh tak terkecuali pendapat Ibnu Qayyim sendiri. Bagaimana jika pemikiran riba Ibnu Qayyim disandingkan dengan persepektif bunga bank konvensional yang tumbuh kembang saat ini. Hasil telaah dari penelitian ini menunjukan bahwa yang dimaksud dengan riba dan bunga bank dalam pandangan Ibnu Qayyim terdapat diferensiasi yang mendasar. Kedua, bahwa hukum bunga bank yang kini tumbuhkembang tidak dapat diponis sebagai riba sebagaimana pada masa Nab Muhammad Saw. Ketiga Ibnu Qayyim memiliki pemikiran yang dikontekstualisasi sehingga status hukum termasuk riba dan bunga bank itu senantiasa harmoni dengan hajat zaman yang senantiasa berubah.
Jual Beli Emas Tidak Tunai dalam Perspektif Hukum Ekonomi Syariah Herawan, Jajang; Al Hakim, Sofyan; Setiawan, Iwan
Al Mashalih - Journal of Islamic Law Vol. 4 No. 1 (2023): AL-MASHALIH (Journal of Islamic Law)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Husnul Khotimah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59270/mashalih.v4i1.168

Abstract

Emas dewasa ini tidak hanya disenangi sebagai perhiasan para wanita namun juga sebagai wahana saving yang menjanjikan. Dalam praktiknya, karena antusiasme masyarakat terhadap investasi emas, transaksi jual beli emas telah bergeser dari tunai menjadi nontunai. Adanya jual beli emas secara nontunai ini melahirkan pertanyaan di masyarakat terkait dengan hukum halal dan haramnya. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan menggunakan pendekatan normatif dan yuridis tekstual, yakni mengkaji persoalan dalam kerangka norma yang ada berdasarkan teks yang bersumber dari hukum Islam dan regulasi pemerintah serta teks lain yang relevan dengan kajian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua pandangan tentang jual beli emas secara nontunai menurut hukum fikih. Pandangan pertama adalah haram, yang merupakan pandangan sebagian besar ulama (mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali). Pandangan kedua adalah mubah, yang merupakan pandangan Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qayyim al-Jauziyah.
INSTRUMEN KEBIJAKAN FISKAL DALAM PERSPEKTIF KITAB AL-KHARAJ MENURUT PEMIKIRAN ABU YUSUF Setiadi; Janwari, Yadi; Al Hakim, Sofyan; Solihin, Dadin
Jurnal Pelita Nusa Vol 3 No 2 (2023): Desember-Jurnal Pelita Nusa
Publisher : Pelita Nusa Jurnal, published by the Institute for Research and Community Service (LP2M) of the Pelita Nusa Islamic Religious College West Bandung (STAI PENUS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61612/jpn.v3i2.60

Abstract

Latar belakang penelitian, yakni menyelami kebijakan fiskal pada masa Nabi Muhammad dan Khulafaur Rasyidin, mengevaluasi peran, tujuan kebijakan fiskal, media kebijakan fiskal dalam ajaran Islam. Abu Yusuf, melalui karyanya yang monumental, Kitab Al-Kharaj, memberikan kontribusi signifikan dalam dimensi perpajakan. Awalnya atas permintaan Khalifah Harun Ar-Rasyid, berfungsi sebagai panduan administrasi pajak. Pajak, salah satu sumber pendapatan negara, seharusnya tidak memberatkan wajib pajak dengan beban yang tidak proporsional. Tujuan penelitian, menggali sejarah konten Kitab Al-Kharaj terkait perpajakan yang dikemukakan oleh Abu Yusuf dan relevansinya dengan dinamika masa kini. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan tinjauan pustaka dan pendekatan deskriptif untuk menggambarkan keadaan yang terjadi secara faktual, dimana kebijakan fiskal guna mencapai alokasi yang efektif dan memberikan kontribusi pada kesejahteraan masyarakat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Abu Yusuf mengenai pajak tetap menjadi konsep yang relevan hingga saat ini, digunakan sebagai landasan untuk menentukan proporsi penerimaan pajak pemerintah sebagaimana digambarkan oleh Abu Yusuf, juga diterapkan dalam pajak bumi dan bangunan (PBB), serta penerimaan bea cukai. The background of the study, namely diving into fiscal policy during the time of the Prophet Muhammad and Khulafaur Rashidin, evaluates the role, and objectives of fiscal policy, and fiscal policy media in Islamic teachings. Abu Yusuf, through his monumental work, Kitab Al-Kharaj, made a significant contribution to the taxation dimension. Initially, at the request of Caliph Harun Ar-Rashid, it served as a tax administration guide. Taxes, one of the sources of state revenue, should not burden taxpayers with a disproportionate burden. The purpose of the research is to explore the history of the content of Kitab Al-Kharaj related to taxation proposed by Abu Yusuf and its relevance to the dynamics of the present. The methodology used in this study involves a literature review and a descriptive approach to describe the situation that occurs factually, where fiscal policy to achieve effective allocation and contribute to public welfare. Research findings show that Abu Yusuf's thinking on taxes remains a relevant concept today, used as a basis for determining the proportion of government tax revenues as described by Abu Yusuf, also applied in land and building tax (PBB), as well as customs revenue.
Menggali Potensi Kharaj dan Ushr dalam Mendorong Ekonomi Hijau: Perspektif Islam untuk Masa Depan Berkelanjutan Muharni, Yusraini; Janwari, Yadi; Al Hakim, Sofyan; Rahmah Kusuma, Nurul
Eco-Iqtishodi : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 7 No. 1 (2025): Eco-Iqtishodi: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Keuangan Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah Institut Manajemen Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/v8pnyx76

Abstract

The global environmental crisis demands the implementation of sustainable development concepts, including an environmentally friendly green economy. From an Islamic economic perspective, classical fiscal instruments such as kharāj (land tax) and ushr (zakat on agricultural produce) are relevant to supporting the transition to a green economy. This study aims to analyze the potential of kharāj and ushr as green fiscal instruments based on Sharia values. The research method uses a qualitative approach through a literature review of classical (Kitāb al-Kharāj) and modern literature (green economy and sustainable finance). The results of the study indicate that kharāj can be modernized as a green land tax that supports conservation, renewable energy, and reforestation. Meanwhile, ushr can be directed to fund organic agriculture, water management, and the empowerment of smallholder farmers. This study provides a theoretical contribution to the development of an Islamic green fiscal model that is synergistic with the Sustainable Development Goals (SDGs).Keywords: kharaj, ushr, green economy, sustainability, SDGs
Zakat And Taxes As Islamic Fiscal Instruments: A Solution To The Double Tasking Debate Suherli, Ian Rakhamawan; Janwari, Yadi; al Hakim, Sofyan; Sulaeman, Sulaeman
Islamic Banking : Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Perbankan Syariah Vol 11 No 1 (2025): Islamic Banking:Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Perbankan Syariah - Agustus 20
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/isbank.v11i1.1581

Abstract

This study aims to explore the integration of zakat and taxes as fiscal instruments in the Islamic economic system, focusing on the challenges and opportunities faced in its implementation. The method used is a qualitative approach with a comparative analysis of various existing literature and practices. The results indicate that despite significant challenges, such as legal complexity, community resistance to change, and the risk of corruption, this integration has the potential to improve efficiency, transparency, and accountability in fund management. Furthermore, this integration can provide legal clarity for zakat and tax payers and update potentially outdated regulations. This study recommends the need for close collaboration between the government, religious institutions, academics, and the community to create an effective and widely accepted system. Thus, the integration of zakat and taxes is expected to support sustainable socio-economic development in the context of a modern state.
Akad Tabarru’, Qardh, Rahn dan Wadi'ah: Teori dan Aplikasinya pada Lembaga Keuangan Syariah Royani; Al Hakim, Sofyan; Setiawan, Iwan
AL-MASHALIH (Journal of Islamic Law) Vol. 4 No. 1 (2023): AL-MASHALIH (Journal of Islamic Law)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Husnul Khotimah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59270/mashalih.v4i1.166

Abstract

Kajian ini bermaksud menginterpretasi akad tabarru’, khususnya dalam teori akad qardh, rahn, dan wadi'ah serta implementasinya di Lembaga Keuangan Syariah. Ketiga akad ini termasuk transaksi tabarru’ dengan akad pinjam meminjam. Jika pinjaman ini diberikan tanpa syarat kecuali untuk melunasi pinjaman tersebut setelah jangka waktu tertentu, jenis pinjaman uang ini disebut dengan istilah qardh. Jika pemberi pinjaman mensyaratkan suatu bentuk atau jumlah jaminan tertentu ketika meminjamkan uang, bentuk pinjaman ini disebut Rahn. Ada lagi bentuk pinjaman uang, di mana bertujuan untuk menerima klaim (pengalihan piutang) dari pihak yang lain. Meminjam uang untuk tujuan ini disebut wadiah. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif guna memberikan gambaran tentang data yang telah diperoleh, kemudian diberikan pengertian dan penjelasan untuk mendapatkan gambaran umum secara komprehensif mengenai akad tabarru’ dan aplikasinya pada Lembaga Keuangan Syariah.
Status Hukum Riba dan Bunga Bank Konvensional menurut Pemikiran Ibnu Qayyim Al Jauziyah Mariana, Rani; Al Hakim, Sofyan; Setiawan, Iwan
AL-MASHALIH (Journal of Islamic Law) Vol. 4 No. 2 (2023): AL-MASHALIH (Journal of Islamic Law)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Husnul Khotimah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59270/mashalih.v4i2.167

Abstract

Penelitian berbasis library reseach berfokus mengkaji persoalan klasik, mengenai status hukum Riba dan Bunga Bank perspektif Ibnu Qayyim al-Jauziyyah. Pemikiran ulama kontemporer ini memiliki gagasan dan argumentasi yang bersebrangan dengan yang lainnya, terlebih pada objek kajian hukum yang problematik. Artikel ini konsenrasi pada pemikiran Ibnu Qayyim mengenai hukum Riba di zaman Nabi Muhammad Saw hingga masa Ibnu Qayyim Ajauziyah. Interpetasi term riba pada nash al-Qur’an yang hingga dewasa ini masih debateble di antara para Ulam tafsir dan fiqh tak terkecuali pendapat Ibnu Qayyim sendiri. Bagaimana jika pemikiran riba Ibnu Qayyim disandingkan dengan persepektif bunga bank konvensional yang tumbuh kembang saat ini. Hasil telaah dari penelitian ini menunjukan bahwa yang dimaksud dengan riba dan bunga bank dalam pandangan Ibnu Qayyim terdapat diferensiasi yang mendasar. Kedua, bahwa hukum bunga bank yang kini tumbuhkembang tidak dapat diponis sebagai riba sebagaimana pada masa Nab Muhammad Saw. Ketiga Ibnu Qayyim memiliki pemikiran yang dikontekstualisasi sehingga status hukum termasuk riba dan bunga bank itu senantiasa harmoni dengan hajat zaman yang senantiasa berubah.
Jual Beli Emas Tidak Tunai dalam Perspektif Hukum Ekonomi Syariah Herawan, Jajang; Al Hakim, Sofyan; Setiawan, Iwan
AL-MASHALIH (Journal of Islamic Law) Vol. 4 No. 1 (2023): AL-MASHALIH (Journal of Islamic Law)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Husnul Khotimah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59270/mashalih.v4i1.168

Abstract

Emas dewasa ini tidak hanya disenangi sebagai perhiasan para wanita namun juga sebagai wahana saving yang menjanjikan. Dalam praktiknya, karena antusiasme masyarakat terhadap investasi emas, transaksi jual beli emas telah bergeser dari tunai menjadi nontunai. Adanya jual beli emas secara nontunai ini melahirkan pertanyaan di masyarakat terkait dengan hukum halal dan haramnya. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan menggunakan pendekatan normatif dan yuridis tekstual, yakni mengkaji persoalan dalam kerangka norma yang ada berdasarkan teks yang bersumber dari hukum Islam dan regulasi pemerintah serta teks lain yang relevan dengan kajian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua pandangan tentang jual beli emas secara nontunai menurut hukum fikih. Pandangan pertama adalah haram, yang merupakan pandangan sebagian besar ulama (mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali). Pandangan kedua adalah mubah, yang merupakan pandangan Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qayyim al-Jauziyah.