Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Role Playing dalam Meningkatkan Hasil Belajar dan Keterampilan Sosial Siswa pada Pembelajaran PAI di Sekolah Dasar Liana Sari, Devi; Suriana, Suriana
Tarbiyatuna Kajian Pendidikan Islam Vol. 10 No. 1 (2026): (February 2026)
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Ibrahimy Genteng Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69552/kkphze39

Abstract

In order for students to achieve appropriate learning outcomes and social skills, it is very important to apply teaching models that are relevant to the subject matter. Unfortunately, educators often fail to consider the suitability of the models and educational resources they use. The purpose of this study was to determine how the use of role-playing learning models can improve students' social skills and learning outcomes in Islamic Religious Education (PAI) subjects in elementary schools. Kurt Lewin's classroom action research methodology, which consists of two cycles of planning, implementation, observation, and reflection, was used in this study. Data were collected and analyzed through data collection, data reduction, and conclusion drawing. The findings indicate that the use of the role-playing learning paradigm with congregational prayer material significantly improves learning outcomes and social skills. This can be seen in the first cycle where role playing was not yet utilized in learning, only two students (10%) had learning outcomes above the minimum passing grade. The remaining 18 students (90%) still did not achieve satisfactory results, as did the students' social skills, which were not yet apparent and tended to be inadequate. Then, after the implementation of cycle 2 with the application of role playing, student learning outcomes improved with only one student (5%) not passing the minimum passing grade. Students' social skills also improved with the existence of cooperation between students, mutual respect, empathy, willingness to do role playing, and acceptance of feedback from teachers.
VERNAKULARISASI WAHYU DI NUSANTARA: ANALISIS FILOGIS DAN CORAK LOKAL PADA MANUSKRIP TERJEMAHAN AL-QUR’AN PEGON ABAD KE-19 Liana Sari, Devi; Faradhila
Jalalain: Journal of Qur'an and Hadith Vol. 2 No. 1 (2026): JALALAIN: Journal of Qur'an and Hadith
Publisher : Yayasan An Nur Menara Baro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65802/jalalain.v2i1.127

Abstract

Proses transmisi Al-Qur’an di Nusantara tidak hanya terjadi melalui hafalan dan bacaan, tetapi juga melalui upaya penerjemahan ke dalam bahasa lokal menggunakan aksara Pegon. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis proses vernakularisasi wahyu melalui pendekatan filologis terhadap manuskrip terjemahan Al-Qur’an Pegon dari abad ke-19. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif-filologis yang mencakup deskripsi kodikologis dan analisis tekstual, penelitian ini mengungkap bagaimana teks suci diadaptasi ke dalam kosmologi Jawa tanpa menghilangkan esensi teologisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Manuskrip abad ke-19 menampilkan pola terjemahan antarlini (interlinear) yang dikenal sebagai makna jenggotan, yang berfungsi sebagai alat pedagogis di pesantren; (2) Terdapat penggunaan istilah-istilah lokal (vernakular) untuk menjelaskan konsep metafisika yang kompleks, seperti penggunaan kata Pengeran untuk Rabb; (3) Karakteristik fisik manuskrip, termasuk iluminasi dan pemilihan kertas, mencerminkan perpaduan antara tradisi Islam global dan estetika lokal Nusantara. Artikel ini menyimpulkan bahwa manuskrip Pegon merupakan bukti nyata pribumisasi Islam yang memungkinkan Al-Qur’an dipahami secara mendalam oleh masyarakat lokal melalui bahasa ibu mereka.