Abstract. Public space is an essential element of urban structure that functions as a center for social interaction, both formally and informally. One important form of public space is the city park, which serves not only ecological functions but also recreational and social purposes. A high-quality city park should fulfill aspects of users’ needs, rights, and meanings. The Government of Depok City has made efforts to create an environmentally friendly city through the development and equitable distribution of green open spaces, including the construction of the Hutan Kota Square in Sawangan and Bojongsari Districts as a complement to the existing square in Cilodong District. This study aims to identify the existing condition of Depok City Square as a public space based on the quality of facilities and services provided to users. The research employed a qualitative approach with a descriptive method, combining data collection through questionnaires and field observations. Data were analyzed using descriptive statistics to examine users’ perceptions of the available facilities and services. The results indicate that most users are generally satisfied with the quality of facilities and services at Depok City Square. These findings suggest that the square has relatively fulfilled its function as a public space. However, continuous improvements are still needed to enhance comfort, accessibility, and sustainability in supporting long-term utilization of urban public spaces. Abstrak. Menggambarkan Ruang publik merupakan elemen penting dalam struktur perkotaan yang berfungsi sebagai pusat interaksi sosial masyarakat, baik secara formal maupun informal. Salah satu bentuk ruang publik yang strategis adalah taman kota, yang selain memiliki fungsi ekologis, juga berperan sebagai sarana rekreasi dan interaksi sosial. Taman kota yang berkualitas idealnya mampu memenuhi aspek kebutuhan, hak, dan makna bagi penggunanya. Pemerintah Kota Depok berupaya mewujudkan kota ramah lingkungan melalui pembangunan dan pemerataan ruang terbuka hijau, salah satunya melalui pembangunan Alun-Alun Hutan Kota di Kecamatan Sawangan dan Bojongsari sebagai pelengkap Alun-Alun di Kecamatan Cilodong. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting Alun-Alun Kota Depok sebagai ruang publik berdasarkan tingkat kualitas fasilitas dan pelayanan terhadap pengguna. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui pengumpulan data berupa kuesioner dan observasi lapangan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk mengetahui persepsi pengguna terhadap kualitas fasilitas dan pelayanan yang tersedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat merasa cukup puas terhadap kondisi fasilitas dan pelayanan di Alun-Alun Kota Depok. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberadaan alun-alun telah mampu memenuhi fungsi ruang publik secara relatif baik, meskipun tetap diperlukan upaya peningkatan kualitas secara berkelanjutan guna mendukung kenyamanan dan keberlanjutan pemanfaatan ruang publik perkotaan.