Astria Angela Saputri
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERGESERAN DAN PEMERTAHANAN KATA SAPAAN KEKERABATAN DALAM MASYARAKAT MELAYU DI KELURAHAN PARIT CULUM 1 Astria Angela Saputri; Akhyaruddin; Yusra, Hilman
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i2.2590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, fenomena pergeseran, serta upaya pemertahanan kata sapaan kekerabatan dalam masyarakat Melayu di Kelurahan Parit Culum I, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiolinguistik dengan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap enam informan yang mewakili tokoh adat, generasi tua, dan generasi muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem sapaan kekerabatan masyarakat Melayu setempat mencakup dimensi vertikal dan horizontal yang sarat akan nilai adat. Namun, telah terjadi pergeseran penggunaan bahasa, terutama pada generasi muda, yang ditandai dengan beralihnya sapaan tradisional (seperti kambok, bujang, gadis) ke sapaan yang lebih umum, modern, atau netral (seperti kakak, nak, atau penyebutan nama langsung). Faktor penyebab pergeseran meliputi modernisasi, pengaruh teknologi, perkawinan lintas budaya, serta rendahnya rasa percaya diri generasi muda terhadap bahasa daerah. Di sisi lain, pemertahanan sapaan masih kuat pada bentuk-bentuk tertentu yang bersifat sakral secara adat, seperti sapaan Datok dan urutan kelahiran (Pak Long, Pak Ngah, Pak Busu). Strategi pemertahanan yang disarankan meliputi penguatan peran keluarga sebagai basis pewarisan bahasa dan integrasi budaya lokal dalam institusi pendidikan.